Jakarta – Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago menilai aksi solidaritas pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atau yang dikenal dengan Ahokers sudah sangat tidak rasional karena menuntut agar dibebaskan dari penjara.

Menurut dia, memang bisa saja aksi tersebut ditunggangi tapi tentu tidak bisa dipastikan siapa yang menunggangi aksi solidaritas untuk Ahok dan yang ditungganginya.

“Itu kan dugaan, silakan saja,” kata Pangi

Direktur Eksekutif Voxpol Center itu mengaku bingung dengan adanya gerakan aksi solidaritas untuk Ahok yang digelar di beberapa daerah Indonesia, bahkan menjalar ke luar negeri sehingga patut dicurigai ada yang menggerakkan aksi tersebut.

“Cuma memang apakah ini murni, belakangan tidak murni. Sudah banyak hal yang tidak masuk akal yang dilakukan, jadi memperkeruh,” ujarnya.

Ia mengatakan kalau aksi tersebut tidak dihentikan, tentu yang menjadi ancaman adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung karena terkait eksistensi kepala negara dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya tidak bisa menduga siapa yang mengambil keuntungan dari aksi Ahokers, tapi dalam situasi seperti ini ada yang punya keuntungan,” jelas dia.

Pasca kekalahan di Pemilihan Gubernur DKI dan vonis 2 tahun penjara dalam kasus penistaan agama, di berbagai kota Indonesia para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikenal dengan Ahokers turun ke jalan dengan tuntutan bebaskan Ahok.

Tak hanya di Indonesia, fenomena tersebut juga terjadi di beberapa negara sehingga belakangan hal-hal tersebut dianggap aneh mulai tercium. Diantaranya, apa yang dilakukan oleh para Ahokers di depan Rutan Cipinang dan kemudian pindah ke depan Markas Korps (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok.

Mereka melakukan unjuk rasa yang menabrak semua aturan dari pagi sampai tengah malam, parahnya itu semua dibiarkan oleh aparat kepolisian. Bahkan, seorang Ahokers melakukan orasi yang mengecam rezim Jokowi lebih buruk dari rezim SBY. [inilah]

Facebook Comments