Jakarta – Duet maut Prabowo dan Agus Yudhoyono dipastikan berpeluang besar memenangi pertarungan pilpres 2019 dengan persentase suara mencapai 60 persen.

Hal ini berdasarkan peta kekuatan politik Indonesia yang masih berada ditangan Megawati, Prabowo, dan SBY.

Dengan tidak mengeyampingkan Golkar yang merupakan pemenang kedua pada Pileg 2014 lalu. Golkar saat ini sedang dilanda prahara besar lantaran ketua umumnya Setya Novanto diduga terseret korupsi E-KTP.

Golkar berpeluang besar mendukung duet Prabowo – Agus lantaran petinggi Golkar Abu Rizal Bakrie kini berada di pihak Prabowo. Prahara yang melanda Golkar dipastikan akan mereda jika Abu Rizal Bakrie turun gunung membenahi partai tersebut.

Meskipun Golkar mendukung Ahok pada pilgub DKI lalu, ternyata diam-diam ARB mendukung Anies – Sandi. Dan langsung hadir mendampingi Prabowo saat konferensi pers usai menang versi Quick Count.

Hal ini semakin menyiratkan bahwa ARB tidak ikhlas Golkar dipimpin Setnov dan melakukan manuver politik dengan mendukung Anies dan Sandi.

Koalisi Gerindra, Demokrat, PKS, Golkar dan PAN berpeluang merebut RI-1 pada pilpres dan pileg serentak 2019 mendatang.

Faktor terbesar kekalahan Jokowi disebabkan dugaan keberpihakan pada Ahok terkait kasus penistaaan agama. Kekecewaan umat Islam berpeluang besar menyatukan kekuatan untuk mendukung Prabowo – Agus menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019 – 2024.

Dengan hanya selisih sedikit suara pada pilpres 2014 lalu, bukan tidak mungkin duet Prabowo – Agus bisa menang 60 persen suara.

Sosok SBY dibelakang Agus tidak bisa diremehkan. SBY dipastikan akan bekerja keras untuk memenangkan putra sulungnya. Agus adalah the next president Indonesia untuk menggantikan Prabowo dikemudian hari. Apalagi usianya masih sangat muda.

Dukungan PAN kepada Prabowo juga akan mengalir, lantaran sosok Amien Rais yang cukup kuat mempengaruhi kebijakan PAN, terlebih dirinya yang memberikan restu untuk Zulkifli Hasan menjadi Ketum PAN.

Amien Rais dikenal cukup dekat dengan Prabowo.

Lantas duet yang paling memungkinan untuk Jokowi adalah bersama Ridwan Kamil jika ingin melawan duet Prabowo – Agus.

Ridwan Kamil yang kini mulai mesra dengan NasDem akan menjadikan panggung politik Jawa Barat sebagai loncatan menuju Cawapres Jokowi.

Selain nama Ridwan Kamil ada nama Walikota Surabaya, Risma yang juga masuk dalam radar Cawapres, namun duet Jokowi – Risma yang keduanya berasal dari PDIP akan lebih sulit karena dianggap monopoli kandidat.

Salah satu syarat dari NasDem bagi Ridwan Kamil maju dalam Pilgub Jabar adalah mendukung Jokowi untuk Pilpres mendatang. Karena itu, Ridwan Kamil dipastikan akan mendukung Jokowi untuk pilpres 2019.

Jusuf Kalla yang kini menjadi Cawapres Jokowi dipastikan tidak akan maju karena faktor usia. Selain itu, JK mulai berbeda pandangan politik dengan Jokowi, dan terlihat dalam Pilgub DKI lalu.

Lantas, Agus Yudhoyono yang kini mulai safari ke berbagai daerah di Indonesia, harus mampu mengambil hati masyarakat. Apalagi sejak dipimpin Jokowi, berbagai kebutuhan dasar seperti listrik dan BBM mengalami kenaikan dan sangat memberatkan masyarakat.

Tahun depan kita akan melihat pertarungan sesungguhnya, menjelang Pilpres 2019 hanya ada dua kandidat kuat, yakni Laga El Classico, Jokowi versus Prabowo. Pemilihan Cawapres yang tepat merupakan kunci untuk memenangkan Pilpres 2019.

 

(editorial)

Facebook Comments