Banda Aceh – Pembangunan Tugu Simpang Lima Banda Aceh yang menelan dana sekitar Rp. 2,2 Miliar diduga mengalami perubahan design. Awalnya disetiap pilar akan dituliskan nama-nama Allah (Asmaul Husna).

Namun faktanya tugu yang sudah selesai dibangun itu menghilangkan tulisan Asmaul Husna dan menggantinya dengan lambang pintoe Aceh di lima pilarnya.

Hal ini lantas menimbulkan berbagai kontroversi dari masyarakat Banda Aceh terkait ikon baru kota Banda Aceh ini.

Tim redaksi Harian Merdeka menelusuri design awal Tugu Simpang Lima yang diumumkan oleh pemerintah kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Dan hasilnya bisa dilihat jelas dari gambar dibawah ini.

Tugu ini direncanakan akan diresmikan tanggal 14 Mei mendatang.

Sebelumnya diberitakan Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyebutkan tugu akan dibangun setinggi 15 meter dengan lima pilar yang merujuk Rukun Islam.

Di setiap pilar dibuat kaligrafi Asmaul Husna yang dipadu dengan ornamen Aceh. Desain tugu Simpang Lima, kata dia, dirancang oleh arsitek dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Dari rancangan itu, Pemerintah Kota Banda Aceh menawarkan ke Bukopin untuk membiayai pembangunannya, dan bank tersebut menerima tawaran itu.

(red/antara)

Facebook Comments