Ada yang berbeda dari Naufal Riaziq, remaja penemu listrik dari Kedondong saat ke luar dari ruangan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Remaja kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh itu mengenakan topi marinir.

Padahal sebelumnya Naufal tak memakai topi. Usut punya usut, topi itu hadiah yang diberikan Menteri Jonan kepada Naufal. Dan ada kisahnya ketika Naufal mendapatkan topi itu.
Staf Khusus Menteri Jonan, Hadi M Juraid berbagi ceritanya. Jadi dalam pertemuan di ruangan Jonan di Gedung ESDM di Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/5), Naufal ditawarkan memilih hadiah.
Di meja Jonan banyak suvenir yang dipajang, ada replika mobil Formula 1, ada replika alat tambang, dan lainnya. Ada juga sebuah topi Marinir yang didapatkan Jonan ketika mendapatkan brevet dari Marinir beberapa waktu lalu.
“Naufal diminta memilih, dan dia memilih topi marinir itu,” kata Hadi.
Saat Naufal memilih topi itu, Jonan sempat bertanya alasannya. Dan jawaban yang diberikan Naufal boleh dibilang cerdas.
“Dia mengaku memilih topi itu agar bisa dipakai terus dan ingat kepada Pak Jonan. Jadi kata dia topi itu ada manfaatnya dipakai,” beber Hadi.
Jonan yang mendengar jawaban Naufal tersenyum. Jonan memberi jempol untuk Naufal atas alasannya memilih topi itu.
“Jadi dia memilih sesuatu yang bisa dipakai, bukan dipajang,” tegas Hadi.
Dalam pertemuan 30 menit itu, Jonan juga memberikan sejumlah pesan. Naufal diminta agar fokus menjadi penemu, kemudian penemuannya agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas, serta dikembangkan dalam skala lebih besar.
Selesai pertemuan, saat ke luar ruangan ada Sutiyoso, mantan Kepala BIN. Dalam kesempatan itu, Sutiyoso yang juga Komisaris Semen Indonesia juga mengundang Naufal.
“Karena di rumah Bang Yos banyak kedondong, dan sempat foto bareng juga. Mungkin nanti mau bertemu Bang Yos,” tutupnya.
Facebook Comments