Banda Aceh – Pemilik Bugar Refleksi yang usaha didatangi oleh Satpol PP WH, kota Banda Aceh mengaku bersalah tidak membayar pajak hiburan dan reklame selama 3 tahun.

Sutarman, pemilik Bugar Refleksi mengaku usahanya bukan disegel Satpol PP WH namun hanya ditempel stiker dalam pengawasan.

Saat usahanya didatangi Satpol PP WH, dirinya mengaku sedang di Solo mengikuti pertemuan pengusaha muslim se Indonesia.

“Hanya diingatkan untuk membayar kewajiban pajak, namun saya lupa karena padat kesibukan, saat datang petugas kebetulan saya lagi di Solo, tapi selang 2 jam stiker pengawasan dibuka dan saya sudah membayar pajak yang menunggak,” ujarnya kepada Harian Merdeka.

Sutarman menjelaskan sebelum didatangi petugas dirinya pernah beberapa kali dipanggil ke balaikota, untuk melunasi tunggakan pajak.

“Saya sangat apresiasi dengan kinerja Walikota Banda Aceh, Bapak Aminullah Usman, saya akui, ini kesilapan saya, kedepan kejadian ini tidak akan terulang, meskipun saya timses beliau, saya tidak mau ada keistimewaan untuk usaha saya, saya harap pengusaha yang lain semakin taat bayar pajak tepat waktu,” jelas Sutarman.

Sutarman mengaku, pasca viralnya pemberitaan usaha pijat refleksi miliknya disegel pemko, ternyata warga yang datang pijat semakin membludak.

“Alhamdulillah, gara-gara berita itu, usaha saya semakin terkenal, dan sekarang saya kewalahan melayani permintaan dari pelanggan, saya pun akan merekrut pekerja baru dari seluruh Aceh agar bisa melayani tingginya permintaan pelanggan,” katanya.

Sutarman juga membantah jika petugas Satpol PP WH bertindak arogan saat mendatangi toko miliknya.

“Tidak benar jika ada yang mengatakan pemko arogan, itu fitnah kejam, petugas yang datang sangat ramah, dan pimpinan Satpol PP WH bahkan langsung menelepon saya untuk berkordinasi,” ujarnya.

Bugar Refleksi adalah salah usaha pijat refleksi terbesar di Aceh, di Banda Aceh saja, ada empat cabang yakni, dua di Peunayong, Neusu, dan Keutapang.

Lalu Bugar Refleksi  juga memiliki cabang di Sabang, Lhokseumawe dan Meulaboh.

“Target saya Bugar Refleksi akan buka cabang diseluruh Aceh, dan ini adalah usaha asli warga Aceh, bukan milik orang luar, dan pekerja saya 100 persen warga Aceh, sekarang ini ada 100 pegawai yang bekerja dengan saya,” katanya.

Facebook Comments