Banda Aceh – Pemerintah kota Banda Aceh kembali mengundang penceramah dari pulau Jawa untuk mengisi tausiah di Taman Sari, pada Senin (22/5) besok.

Hal ini sangat melukai hati para ustadz dan tengku yang merupakan penceramah di Aceh.

” Di Banda Aceh tidak ada lagi yang mampu berceramah, sehingga pemkot lebih senang undang penceramah luar Aceh, hal ini tentu melukai hati para ustadz dan tengku di Banda Aceh, sudah menjadi kebiasaan, rezim yang sedang berkuasa saat ini.” ujar seorang ustadz di Banda Aceh.

Dirinya berharap pemerintah baru Kota Banda Aceh kedepan lebih memperhatikan nasib ustadz dan penceramah di Banda Aceh yang kurang mendapatkan perhatian dari pemko Banda Aceh.

Yang aneh dari tausiah dan zikir ini adalah pelaksanaan yang dipaksakan berlangsung saat jam kerja.

Padahal di Banda Aceh biasanya zikir dilakukan usai Shalat Isya di Masjid Raya Baiturrahman, yang digelar setiap malam selasa, malam jumat dan kini sudah mulai ada yang berlangsung malam kamis.

Pelaksanaan zikir pada pagi hari dan jam kantor akan menggangu aktivitas pelayanan masyarakat jika diwajibkan diikuti oleh para PNS di Banda Aceh.

Selain itu warga yang harus bekerja pada pagi hari tidak mungkin bisa menghadiri zikir dan tausiah, karena aktivitas yang padat pada Senin pagi.

Sebelumnya diberitakan walikota Banda Aceh, Illiza mengundang warga kota untuk berzikir dan tausiah pada Senin (22/5).

“Warga kota, ada zikir dan tausyiah di hari senin, pukul 08.30 Wib tanggal 22 Mei 2017 di Taman Bustanussalatin (Taman Sari). Ada Ustadz Ary Ginanjar yang mengisi Tausiyah dan Tgk.Zamhuri yang memimpin Zikir.

Semoga dapat hadir ya, jika berkesempatan hadir. Semoga kita semua terus diridhai oleh Allah Swt. Amiin. ” tulis Illiza di media sosial miliknya.

Facebook Comments