Banda Aceh – Puluhan pengrajin souvenir di Aceh mendapat Pelatihan dan sosialisasi bertajuk¬†‚ÄúDesain Ruang Kerja Ergonomis dan Pengembangan Desain Motif Aceh bagi Pengrajin Souvenir,” di Fakultas Teknik Unsyiah, Banda Aceh 30 September hingga 1 Oktober 2017.

” Kegiatan ini adalah salah satu program Pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kemenristek DIKTI melalui Program Pengembangan Produksi Ekspor (PPPE) yang dihadiri oleh Perusahaan UKM, pengrajin, dan mahasiswa fakultas teknik,” kata ketua pelaksana Anita Rauzana, selasa (03/10/2017) di Banda Aceh.

Anita menjelaskan kegiatan ini hasil partisipasi tim PPPE Aceh, yang di ketuai oleh Anita bersama Wira Dharma,dan Dr. Ir. Mirza Irwansyah, yang bertujuan untuk menambah keragaman produk dan kualitas produk sehingga bisa menambah daya saing produk, serta perluasan jaringan pemasaran baik lokal, nasional, maupun ekspor.

“Ada sekitar 30 peserta yang mendapat pelatihan, kegiatan ini bekerjasama dengan dua mitra UKM yaitu Pusaka Souvenir dan Aceh Galeri Souvenir,” Jelasnya.

Anita Rauzana menambahkan Provinsi Aceh merupakan provinsi yang kaya dengan kerajinan tradisional seperti tas bordir Aceh, dompet, baju bordir khas Aceh, mukena, jilbab, peci, dan lain-lain.

“Sejauh ini penjualan tas Aceh sudah mancapai pasar manca negara seperti Malaysia, Thailand, Amerika, Australia, Dubai, London, Afrika Selatan dan Singapura, dimana Tas Aceh ini banyak peminatnya dari negara-negara lain,” katanya.

Dengan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat Program Pengembangan Produk Ekspor ini diharapkan dapat meningkatan fasilitas produksi yang diperlukan oleh kedua UKM, menambah keragaman produk dan kualitas produk sehingga diharapkan menambah daya saing produk, dan perluasan jaringan pemasaran baik lokal, nasional, maupun ekspor.

Sementara itu, seorang pengrajin souvenir asal Banda Aceh, Saiful mengaku senang mendapatkan pelatihan ini. “Berkat pelatihan ini kami bisa mendapatkan pengetahuan baru dalam meningkatkan daya saing dan kualitas produk,” katanya.

Facebook Comments