Banda Aceh – Rakyat Banda Aceh patut berbangga memiliki pemimpin baru yang pro rakyat kecil. Aminullah Usman yang kini dipercaya rakyat memimpin Banda Aceh 5 tahun kedepan bergerak cepat menepati janji kampanyenya.

Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengajukan dua rancangan qanun (raqan) ke legislatif kota.

saat ini rawan tersebut sedang dibahas oleh kelompok kerja (pokja) DPRK Banda Aceh.

Dua rancangan qanun tersebut yakni, Raqan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah Mandiri dan Raqan Penyertaan Modal LKM Syariah Mandiri.

Raqan ini diharapkan dapat mengatasi keluhan para pedagang pasar di kota Banda Aceh yang kerap terbelit hutang pada lintah darat alias rentenir.

“Saya sedih melihat nyak-nyak kita terjerat dengan rentenir, karena itu begitu saya dilantik, ini menjadi prioritas utama kami untuk membantu pedagang pasar dalam modal mikro,” ujar Aminullah.

Sementara itu, ketua Pokja Raqan tersebut, Iskandar Mahmud yang juga Ketua Golkar Banda Aceh mengatakan para rentenir sangat eksis di Banda Aceh.

“Para rentenir itu eksistensinya luar biasa di Pasar Aceh dan Peunayong. Itulah sebabnya, salah satu poin dari pembentukan lembaga ini adalah untuk mengatasi rentenir. Jangan ada lagi pedagang yang terjerat oleh lintah darat,” katanya.

Iskandar menjelaskan Raqan LKM tersebut telah rampung dibahas oleh dewan.

Pihaknya akan segera menyerahkan hasil pembahasan tersebut pada pimpinan DPRJ untuk dibawa ke Badan Musyawarah DPRK, sebelum diparipurnakan.

Namun Raqan Penyertaan Modal LKM Syariah Mandiri saat ini masih dalam pembahasan.

Walikota merencanakan LKM Syariah Mandiri akan mendapat suntikan modal awal senilai Rp 1,5 miliar.

“nilai Rp 1,5 miliar adalah besaran modal dasar yang harus disetor untuk pembentukan perseroan terbatas. Rencananya akan sekaligus diparipurnakan. Namun, qanun lembaganya yang terpenting,” jelas Iskandar.

Iskandar berharap, raqan ini akan menjadi solusi terhadap tingginya aksi lintah darat di Banda Aceh.

Facebook Comments