Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin menyebutkan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era digital saat ini harus dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju.

Salah satu kemajuan TIK yakni internet, telah memberikan manfaat yang begitu besar bagi dunia pendidikan, penelitian, jual beli, dan aspek kehidupan lainnya. “Oleh sebab itu, kita harus mampu mendorong masyarakat khususnya generasi muda untuk dapat menggunakan internet dengan sebaik-baiknya, dan bukan untuk hal-hal yang negatif,” katanya.

Hal itu disampaikan Zainal Arifin dalam sambutannya pada acara pembukaan Parade Budaya Nusantara yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Darussalam, Minggu (8/10/2017) malam. Acara tersebut digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi bersama DPR-RI.

Menurutnya, interaksi sosial saat ini juga semakin mudah dengan kemajuan TIK. Setiap individu dapat melakukan beragam interaksi secara cepat melalui media sosial. “Namun terkadang masih banyak di antara kita yang belum bisa menempatkan diri dan cara dengan tepat. Tidak sedikit pula hal-hal yang cenderung tidak bijak dan tidak sopan diungkapkan dalam berkomunikasi melalui media sosial.”

Intensitas penggunaan media sosial yang semakin tinggi, sambungnya, juga membuat semakin banyaknya masyarakat menjadi tidak terlatih dalam berkomunikasi secara langsung. “Hal ini tentu dapat memperburuk komunikasi kita baik dengan teman, orangtua, bahkan atasan sekalipun.”

“Untuk itu, kami berharap kepada seluruh masyarakat khususnya generasi muda agar dapat menggunakan media sosial secara bijak, terukur dan tidak berlebihan. Gunakanlah seperlunya sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,” kata wakil wali kota yang akrab disapa Cek Zainal ini di hadapan hadirin yang mayoritas terdiri dari mahasiswa tersebut.

Pembukaan Parade Budaya Nusantara sendiri ditandai dengan penabuhan Rapai oleh Anggota DPR RI Bachtiar Ali, perwakilan Kementerian Kominfo Suprawoto, Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, dan Rektor Unsyiah Samsul Rizal. Keempatnya juga menjadi narasumber pada sesi diskusi bertema “Bijak Berkomunikasi dan Santun Berinteraksi” dalam acara ini.

Di penghujung acara, keempat narasumber tersebut juga membacakan secara estafet sebuah puisi karya Muhammad Irhamuddin yang berjudul “Menenteramkan Langit”. Acara malam tadi turut diisi dengan beragam pertunjukan seni budaya khas Aceh seperti Rapai Geleng, Seumapa, Seudati, dan Tari Kreasi. (rel)

Facebook Comments