Banda Aceh – Walikota Banda Aceh dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh meresmikan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) Sejahtera, Selasa (3/10/2017).

Peresmian ditandai pembukaan kain selubung dan pelepasan balon oleh Walikota Banda Aceh, H.Aminullah Usman bersama Wakil Walikota Drs H Zainal Arifin, Ketua DPRK Arief Fadillah, Kabid Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Aceh, Faridah SE MM dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kota Banda Aceh, dr Media Yulizar.

Dalam sambutannya, Aminullah menyampaikan sejumlah harapan dengan diresmikan Kampung KB tersebut. Katanya, pemahaman program KB jangan hanya terpaku pada pembatasan jumlah anak saja seperti yang selama ini dipahami warga, tapi lebih kepada bagaimana program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Selama ini KB tidak begitu populer lagi dan sekarang sudah didorong lagi oleh Pemerintah. Kenapa kita harus jalankan program ini , karena program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Aminullah

Katanya, saat ini angka kemiskinan di Banda Aceh mencapai 7,6% dan pengangguran mencapai 12%. Karenanya tingkat kesejahteraan masih mengkhawatirkan dimana ada seorang Kepala Keluarga yang harus bekerja sendirian untuk menafkahi 10 orang.

“Kita harap program ini dapat berjalan maksimal untuk meminimalisir angka kemiskinan dan pengganguran,” tambah Aminullah.

Lanjut Walikota, dengan semakin banyaknya keluarga yang memiliki kesejahteraan maka akan mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi anggota keluarganya.

“Kalau kesejahteraan keluarga meningkat, maka para orang tua akan mampu memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya, gizi juga akan baik yang kemudian akan melahirkan generasi cerdas dan sehat. Ketika sudah memiliki pendidikan yang baik, maka akan memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan. Tentunya ini akan menjawab persoalan pengangguran,” ungkap Aminullah uang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Aceh ini.

Untuk itu, Aminullah meminta kepada BKKBN Aceh agar dapat melakukan pembinaan yang berkelanjutan bagi keluarga-keluarga di gampong.

“Kita berharap jangan hanya sebatas seremonial seperti ini saja, tapi keluarga ini harus dibina secara berkelanjutan. Misalnya ada yang punya usaha kerajinan rumah tangga, harus kita bantu modalnya agar lebih berkembang. Jadi Saya minta kepada BKKBN agar juga membantu modal untuk mereka agar mereka sejahtera sesuai dengan visi misi kita, Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariat,” ujar Walikota.

Kepada warga Banda Aceh, Walikota juga meminta untuk lebih mencintai produk lokal seperti kerajinan rumah tangga.

“Saya ajak warga kita untuk membiasakan membeli produk sendiri,  ini akan membantu masyarakat kita,” pintanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kota Banda Aceh, dr Media Yulizar melaporkan bahwa tujuan dari program Kampung KB adalah untuk menigkatkan kualitas hidup masyarakat di gampong melalui program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

“Ada beberapa sasaran yang ingin dicapai, yakni keluarga, remaja, penduduk Lansia, pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja dan keluarga dengan Lansia,” Kata Media Yulizar.

Katanya, peresmian Gampong Mulia sebagai Kampung KB merupakan agenda pertama yang dilakukan di Banda Aceh pada 2017. Selanjutnya akan dilakukan roadshow launching program KB di 8 Kecamatan lainnya di Banda Aceh.

“Sehingga pada akhir Oktober ini akan ada 10 Kampung KB di Banda Aceh karena ditambah Gampong Deah Raya yang telah dicanagkan sebagai Gampong KB Pertama di Aceh pada 2016 lalu,” tutupnya. (rel)

Facebook Comments