Banda Aceh – Warga Banda Aceh menertawakan pernyataan anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi PKS, Zulfikar, terkait desakan mencabut Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 15 Tahun 2017 tentang penyesuaian tarif Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy.

 

Faisal warga Baiturrahman , mengaku heran dengan statemen Zulfikar yang terkesan mencari muka disaat jelang pemilu 2019.

 

Selama ini dirinya mengaku Zulfikar sedang berupaya mencari muka, karena akan kembali maju sebagai anggota DPRK dapil Baiturrahman dan Lueng Bata.

 

“Berat kali ini dia terpilih lagi, banyak tokoh-tokoh baru yang akan muncul dalam pileg mendatang, karena itu udah basi apa yang dia bicarakan,” jelasnya.

Foto : Haba Daily

 

Selain itu, Mukhlis warga Lueng Bata mengatakan selama Zulfikar duduk di dewan, tidak ada manfaatnya bagi warga.

 

“Mungkin karena udah sor jadi dewan, gaji sekarang 30 juta lebih, udah enak duduk, yang diperhatikan cuma orang-orang dekatnya saja,dia mana ada kerja yang jelas, cari nafkah di dewan,” katanya.

 

Mukhlis mengatakan seharusnya PKS menolak Perwal itu saat diteken oleh mantan Walikota yang gagal terpilih.

 

“Yang teken kan Illiza, PKS kan dukung Iliza, kenapa gak desak Iliza jangan sampai diteken, ini kan udah salah jeb ubat, Perwal diteken saat Illiza menghitung hari habis jabatan,” jelasnya.

 

Sementara warga lainnya di Ateuk Pahlawan, Dharma yang hampir 10 tahun tidak mendapat aliran PDAM, kini mengaku senang lantaran sudah sebulan terakhir air PDAM mengalir deras dirumahnya.

 

“Luar biasa kepedulian Pak Walikota, 10 tahun air bersih hanya mimpi, sekarang 24 jam air mengalir deras, silahkan wartawan datang kerumah saya untuk meliput, untuk lihat buktinya, semoga daerah lainnya bisa segera mengalir lancar, tidak masalah air naik sedikit asal lancar,” ujarnya.

 

Sebelumya diberitakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR Kota Banda Aceh mendesak wali kota Banda Aceh mencabut Peraturan Wali Kota (Perwal)  Nomor 15 Tahun 2017 tentang penyesuaian tarif Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy, karena membebani masyarakat.

 

Anggota Fraksi PKS DPR Kota Banda Aceh, Zulfikar di Banda Aceh, Rabu mengatakan, Fraksi PKS menilai kenaikan tarif PDAM belum tepat untuk saat ini, mengingat pelayanan air bersih yang diterima masyarakat juga belum maksimal.

 

Kendati begitu, politisi muda PKS ini juga memahami keluhan PDAM yang tarifnya tidak mampu menutupi biaya operasional. Apalagi tarif air bersih di Banda Aceh juga sudah lama tidak dinaikan. (red/antara)

 

 

Facebook Comments