Banda Aceh –┬áBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pusaran Eddy dan Mawar berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan dan mengancam sejumlah daerah di Aceh.

 

“Dua sampai tiga hari ke depan, kami perkirakan sebahagian wilayah Aceh diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria di Aceh Besar, Senin.

 

Ia mengatakan, kondisi tersebut akibat hadirnya ada dua fenomena alam yang menjadi pemicu dan sangat berperan dalam perubahan cuaca di Aceh yakni pusaran Eddy dan “tropical storm mawar”.

 

Pusaran Eddy tumbuh di bagian Selatan dari Pulau Simeulue, Aceh, dan sementara “tropical storm mawar” terjadi di Samudra Pasifik bagian Barat di posisi Laut Cina Selatan dari Indonesia.

 

Dampak dari kedua fenomena alam tersebut, terangnya, maka terjadi pertemuan dua masa udara sama-sama berbeda tekanan, sehingga tercipta tarikan masa udara rendah ke masing-masing pusaran.

 

“Kondisi mengakibatkan terjadi belokan arah angin, dan terjadi perlambatan masa udara di atmosfir Aceh sendiri,” jelasnya.

 

Dari peristiwa ini, ia melanjutkan, maka akan tumbuh awan-awan konvektif atau awan berpotensi terjadinya hujan pada sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

 

“Sejumlah daerah berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yakni Aceh Tengah, Simpang Tiga redoleng, Blangkejeren, Kutacane, Subulussalam, dan Simeulue. Sedangkan wilayah lain di Aceh, mengalami hujan ringan hingga sedang,” ┬ájelas Zakaria.

 

Peringatan dini cuaca yang dilansir oleh BMKG setempat di Aceh menyatakan, pada Senin (4/9) pukul 14.40 WIB, hujan berpotensi terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai jam 15.10 WIB.

 

Yakni di Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Subulussalam, dan dapat meluas hingga ke wilayah Simeulue, Pulau Banyak, Singkil, Nagan Raya dan Sekitarnya.

 

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 18.40 WIB.

(antara)

Facebook Comments