Jakarta – Pengacara senior Yusril Ihza Mahendra meminta hakim MK mengadili sidang sengketa pilkada Aceh menggunakan UUPA.

“Irwandi saat maju pilgub menggunakan UUPA, yakni minimal syarat 15 persen, padahal secara nasional minimal pencalonan adalah 20 persen kursi paralemen,” jelasnya.

Karena itu dirinya meminta hakim MK mengadili sengketa pilkada Aceh menggunakan UUPA. “Karena Irwandi maju menggunakan aturan yang tertuang di UUPA, sudah seharusnya sengketa pilkada Aceh menggunakan aturan UUPA tidak menggunakan aturan selisih suara antar pasangan, ” jelasnya.

Redaksi Harian Merdeka mengikuti langsung sidang sengketa pilkada di gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta.

Facebook Comments