Benarkah Irwandi Yusuf Dikhianati Orang Dekatnya?

Laporan ,

Banda Aceh - Sabtu siang disalah satu ruangan VIP RS Abdi Waluyo, Menteng, Irwandi Yusuf menjalani medical check up rutin bersama terapis fisioterapi.

Selama menjalani proses persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat, Irwandi (BW) beberapa kali menjalani terapi di RS Abdi Waluyo.

Secara khusus, BW menghubungi Editor Harian Merdeka, untuk datang menemui dirinya.

Saat tiba di RS AW, ada beberapa keluarga BW dan orang dekatnya. Termasuk putranya Teguh.

Saat diminta masuk kedalam kamar, ajudan BW dan putranya diminta keluar, hanya ada saya dan BW diruangan tersebut. BW memesan dua makanan melalui ajudannya. Sambil makan BW pun bercerita.

Selama hampir 1 jam, BW bercerita panjang lebar tentang lika liku OTT yang menjerat dirinya hingga hubungan khusus dengan Steffy Burase (SB)

BW mengakui sudah menikah secara agama dengan SB dan ingin menjadi imam yang baik bagi SB yang merupakan seorang Mualaf.

Tak bisa dipungkiri, sosok BW lah yang membuat SB cukup serius mendalami Islam.

Bercerita soal OTT yang menjerat dirinya, BW mengaku tidak pernah memerintahkan Teuku Saiful Bahri (TSB) dan Hendri Yuzal (HY) untuk mengambil Comitmen Fee proyek DOKA dari mantan Bupati Bener Meriah, Ahmadi .

BW kaget ketika diberitahukan bahwa HY diamankan ke Polda Aceh. BW sempat bertemu HY di Polda, namun tidak menyangka jika dirinya akan bernasib seperti HY, ditahan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

BW tak menyangka, HY dan TSB diam-diam menampung fee dari Ahmadi. Dirinya selalu bersikeras dalam setiap persidangan dan wawancara dengan media, bahwa tidak pernah menyuruh orang dekatnya mengambil fee dari proyek di Bener Meriah.

"Saya tidak mengetahui, tidak pernah menyuruh dan tidak pernah menerima fee dari proyek DOKA tersebut, " Ujarnya.

Saat menjabat Gubernur, berulang kali BW selalu mengingatkan orang dekatnya termasuk keluarga untuk tidak menerima fee dari setiap proyek.

Saat ditanya siapa sosok TSB, BW bercerita mengenai TSB.

"TSB timses saya saat pilkada tahun 2012, namun pada pilkada 2017, TSB tidak masuk sebagai timses. Usai pilkada 2012 , TSB menghilang dan baru merapat kembali usai BW dan Nova memenangkan Pilkada Aceh 2017," Ujarnya.

Saat berbincang santai dengan Steffy Burase di salah satu Mall di Jakarta, SB mengaku baru kenal dengan TSB saat event Aceh Marathon.

SB memang EO spesialis Sport Tourism , dan Aceh Marathon adalah ide kreatifnya. Anggarannya pun sudah ada di Dispora Aceh dan BPKS.

Namun karena mepetnya waktu, SB harus memutar otak untuk menyukseskan acara tersebut, karena nyawa Aceh Marathon ada pada dirinya.

Ada hal yang harus ditalangi dulu, seperti Medali yang dipesan khusus dari China. Tidak sedikit dana pribadi SB yang keluar selama mempersiapkan event besar tersebut.

SB mengaku heran dengan sikap TSB yang begitu baik pada dirinya. TSB kerap membantu SB meskipun tidak diminta. Kecurigaan SB terungkap saat TSB ditangkap KPK.

"Saya tanya, kok Bang Saiful baik banget kesaya, terus katanya, ya tidak apa-apa ini ada rezeki dikit tolong diterima, saya tidak tahu sumber dananya, saya positif thingking aja, karena beliau pengusaha, saya pun tidak pernah minta," Ujarnya

SB tidak terlibat apapun dengan OTT KPK ini, sebagai EO profesional, SB hanya ingin membantu mempromosikan potensi wisata di Sabang. Sponsor besar pun berhasil digandengnya. Namun apa dikata, KPK OTT dua orang dekat BW, dan membuat Aceh Marathon gagal.

Padahal jika berlangsung, pelari profesional dari berbagai negara akan turun di event ini dan menjadikan Sabang semakin populer sebagai destinasi wisata unggulan di Aceh.

Diduga BW dikhianati dua orang dekatnya, orang yang seharusnya menjaga BW, malah menjerumuskan BW ke LP Suka Miskin.

Pelajaran berharga bagi seluruh kepala daerah di Aceh agar mewarning orang dekatnya untuk tidak terlibat dari suap-menyuap proyek. Bisa jadi, akan mengulangi kasus yang menjerat BW.

Penegak hukum memiliki mata dan telinga di mana-mana, bahkan sekarang dinding pun bisa mendengar. (Editorial)