Pilkada Surakarta 2020

Calon Wakil Walikota Solo Asal Aceh dan Abdullah Puteh Silaturahmi di Surakarta

Laporan ,

Solo — Senator asal Aceh yang juga mantan Gubernur Aceh 2000 -2004, Dr. Ir Abdullah Puteh, M.Si Bersama calon Wakil Walikota Solo, Razali Ismail Ubit bertemu dengan puluhan tokoh masyarakat Aceh di Gerai Resto Coffee Solo, Kamis, 11 Juni 2020 malam.

Dalam Duek Pakat Himas dan Imaska hadir bersama sejumlah tokoh masyarakat Aceh yang terhimpun dalam Himpunan Masyarakat Aceh Solo Raya (HIMAS) dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Surakarta (IPMASKA) tersebut juga membicarakan mengenai fasilitasi pembangunan meunasah Aceh dan juga Sekretariat untuk Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Solo.

Razali Ismail dalam pertemuan itu meminta kepada Abdullah Puteh dan juga Pemerintah Aceh untuk memperhatikan masyarakat Aceh dan juga mahasiswa Aceh yang saat ini sedang berada di Solo.

Mengingat sejarah panjang para perantau Aceh di Solo dan terbentuknya Ikatan Putera Atjeh Surakarta di Surakarta, tanggal 13 Maret 1955 yang diketuai oleh Sjahbudin Mahjudin, Sekretaris T. Abdullah Ubit hingga kini berganti nama menjadi HIMAS.

Menurut Razali penyediaan fasilitas Meunasah dan sekretariat untuk mahasiswa Aceh itu sangatlah penting mengingat meunasah tersebut nantinya akan dipakai oleh berbagai kalangan masyarakat Aceh di Solo untuk berbagai keperluan, terutama tempat singgah sementara untuk perantau yang baru menginjak kakinya di Solo, maulid, pertemuan rutin, dan kegiatan lainnya yang bersifat sosial dan keagamaan.

"Insya Allah jika meunasah Aceh sudah tersedia tentunya akan sangat memudahkan untuk siapa saja, baik pejabat maupun masyarakat Aceh yang mengunjungi Kota Solo untuk sekedar bersiturahmi dan menyapa warga Aceh yang ada disini." Ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh H. Iskandar, Ketua Himas dan Jiyad Ketua IPMASKA, menurutnya selama ini merasa seperti di anak tirikan oleh Pemerintah Aceh.

Mereka melihat dan mendengar bagaimana perhatian dan bantuan Pemerintah Aceh untuk rekan rekan kami yang menuntut ilmu di daerah lain, bahkan dalam satu kawasan bisa tiga sampai empat asrama untuk dijadikan mess atau sekretariat mahasiswa, padahal selama ini banyak pejabat Aceh yang berkunjung ke Solo, namun terkesan banyak yang lupa dan menutup mata tentang keberadaan kami disini.

"Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada bapak Abdullah Puteh yang telah meluangkan waktu bersilturahmi dengan kami", Jiyad menimpali.

Dalam kesempatan yang sama Abdullah Puteh menanggapi keinginan dan aspirasi yang disampaikan tersebut, dan beliau akan menyampaikan kepada Pemerintah Aceh agar segera memprioritaskan penyediaan sekretariat untuk mahasiswa yang ada di Solo.

"Mahasiswa adalah aset bangsa, Pemuda hari ini pemimpin kita di masa depan. Insya Allah akan saya perjuangkan ke Pemerintah Daerah maupun Pusat," Ujarnya.

Selain itu juga Abdullah Puteh mengingatkan warga Aceh untuk saling menjaga silaturrahim sesama masyarakat Aceh yang di rantau.

Pertemuan itu sendiri dihadiri oleh Mukhlis Ismail, Syarief Tarmizi, Adi Fa yang merupakan sepuh dan tokoh masyarakat di Solo Raya.