DPRK Puji Festival Kopi Banda Aceh 2018 Tersukses Sepanjang Sejarah

0

Banda Aceh – Event Banda Aceh Coffee Festival 2018 yang baru saja usai mendapat apresiasi dari anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi.

Ismawardi yang juga Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum mengaku kagum melihat konsep event Banda Aceh Coffee Festival 2018 yang sangat menghibur warga.

Ismawardi yang sudah 4 tahun menjabat sebagai wakil rakyat di DPRK Banda Aceh ikut memantau event tahunan Dinas Pariwisata kota Banda Aceh dengan berkunjung langsung ke Taman Sari.

“Sepanjang sejarah Festival Kopi yang pernah ada di Banda Aceh, ini adalah yang paling tersukses. Mulai dari konsep acara, ramainya masyarakat yang sangat antusias hadir hingga malam hari membuat Taman Sari seperti Merdeka Walk di Medan,” katanya.

Ismawardi juga memuji bersihnya lokasi Taman Sari selama event berlangsung. “Ini luar biasa, ribuan warga memadati area Festival Kopi, tapi nyaris tak ada sampah yang berserakan. Sungguh luar biasa, berbeda jauh dengan event sebelumnya, EO nya sangat sigap memantau sampah di lokasi, inilah yang harus dicontoh bagi para EO lain di Banda Aceh agar setiap event bisa bersih seperti ini,” ujarnya.

Deklarasi minum 1001 gelas Kopi Khop gratis yang dilakukan pada saat penutupan sungguh luar biasa. “Bayangkan, kepedulian Wali Kota Banda Aceh, Bapak Aminullah Usman yang ingin mempertahankan budaya warisan indatu. Kopi Khop berasal dari Aceh dan harus kita sampaikan kepada generasi muda, jangan sampai di klaim oleh daerah lain,” katanya.

Sejumlah masyarakat yang ditemui Ismawardi mengaku senang dengan event ini. “Beberapa orang yang saya temui dilokasi ingin kedepannya Festival Kopi berlangsung satu minggu, karena tiga hari belum puas mencicipi semua kopi yang ada di 25 stand,” ujarnya.

Pihak EO dinilai mampu menyulap Taman Sari menjadi lokasi yang indah. Tampilan lampu warna-warni di pepohonan membuat Taman Sari menjadi lokasi foto favorit para pengunjung. “Kedepan kita harapkan Wali Kota Banda Aceh, bisa mengaktifkan Taman Sari setiap akhir pekan menjadi arena kuliner bagi warga, karena akan meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ismawardi menilai, kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota setiap sore dan malam hari selama tiga hari berturut-turut membuktikan acara ini sesuai dengan harapan mereka. “Belum ada sejarah, Walikota dan Wakil sebelumnya, datang tiap hari ke acara Festival Kopi, paling hanya buka acara terus selesai, penutupan bahkan diwakili oleh Kadispar. Tapi Festival Kopi 2018 ini luar biasa, kedua pemimpin Banda Aceh ini selama tiga hari selalu hadir,” katanya.

Anggota DPRK dari Dapil Kutaraja – Meuraxa ini berharap tahun depan Festival Kopi ditingkatkan menjadi Festival Kopi Internasional yang menampilkan seluruh kopi dari mancanegara.

Facebook Comments