Duet Aminullah Usman dan Haji Uma Berpeluang Menangkan Pilgub Aceh

Banda Aceh – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh diperkirakan akan berlangsung pada Februari 2022. Namun antusias masyarakat menyambut pesta demokrasi lima tahunan ini sangat tinggi.

Sejumlah nama diperbincangkan menjadi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Bahkan, muncul polling di situs pollingkita.com yang memuat nama sejumlah kandidat.

Dari data sementara, Minggu (9/2/2020) malam di situs pollingkita, nama Sudirman alias Haji Uma semakin perkasa memimpin perolehan suara. Hal ini wajar, lantaran Haji Uma sangat populer di kalangan media sosial karena aksinya membantu warga kecil.

Namun yang mengejutkan, muncul nama Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman sebagai peraih suara terbanyak kedua. Meskipun baru menjabat 2,5 tahun, Bang Carlos, sapaan akrab Aminullah Usman sudah menjadi perbincangan rakyat Aceh.

Hal ini tak terlepas dari kinerjanya yang mumpuni sebagai Wali Kota Banda Aceh. Mantan Dirut Bank Aceh ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat dekat dengan rakyatnya, dan mampu menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di tanah Koetaradja.

Lantas, bagaimana jika Aminullah Usman dan Haji Uma bersatu membangun Aceh?

Perpaduan tokoh pantai timur dan barat selatan ini akan menjadi kuda hitam yang akan mencuri simpati rakyat.

Muzakir Manaf alias Mualem dan Nova Iriansyah hampir dipastikan akan kembali meramaikan bursa Cagub. Namun keduanya belum memastikan siapa wakil yang akan mendampinginya.

Nova Iriansyah mendapat hasil polling terendah dengan hanya 4 persen suara, ini menjadi PR besar bagi tim pemenangan Nova untuk terus meningkatkan elektabilitas kandidat mereka.

Meskipun hanya polling online, ini bisa menjadi masukan jelang Pilgub.

Pengalaman Aminullah Usman sebagai Dirut Bank Aceh dan Wali Kota menempatkan dirinya layak menjadi Calon Gubernur jika berpasangan dengan Haji Uma.

Pakar ekonomi lulusan Magister Manajemen Unsyiah ini sangat berpengalaman di bidang ekonomi dan bisnis.

Suara pemilih di Barat Selatan diprediksi sebesar 70 persen pemilih akan mendukung Aminullah Usman, sebagai putra Barat Selatan. Sedangkan pantai timur menjadi PR bagi Haji Uma untuk memecahkan konsentrasi suara yang merupakan basis Mualem.

Haji Uma sebagai sosok sosial bisa fokus membantu warga miskin dengan posisinya sebagai Wakil Gubernur. Dibandingkan sebagai anggota DPD , tentu lebih mudah membantu warga dengan posisi Wagub dari segi anggaran dan wewenang.

Jika sebagai DPD RI, Haji Uma hanya bisa membantu 10 warga perbulan, dengan posisi Wagub bisa membantu lebih 1000 warga perbulan.

Aminullah Usman sebagai Gubernur fokus mencari investor untuk berinvestasi di Aceh, baik dalam dan luar negeri. Sosok Aminullah yang memiliki banyak koneksi hebat termasuk dengan Chairul Tanjung akan membuat sektor investasi di Aceh meningkat.

Kendala bagi pasangan ini hanyalah dari segi dukungan partai politik. Keduanya bukan petinggi partai, namun diperkirakan akan ada partai yang meminang mereka, dibutuhkan 13 kursi DPRA agar bisa menjadi calon.

Namun, dukungan KTP independen mudah saja didapatkan oleh duet pasangan ini.

Golkar, Nasdem, PDA, PNA dan PAN masih memiliki peluang untuk mengusung calon. Sedangkan PA dan Gerindra dipastikan akan mengusung Mualem sebagai Cagub.

Nova Iriansyah sebagai ketua DPD Demokrat masih membutuhkan koalisi partai lantaran Demokrat tak cukup kursi mengusung calonnya sendiri.

Sejumlah nama dari jalur independen diprediksi ikut meramaikan bursa Cagub seperti Tu Sop Jeunib.

Nasir Jamil diperkirakan akan tetap memilih sebagai anggota Komisi III DPR RI daripada gambling sebagai Cagub.

Peta politik masih akan berubah seperti angin yang berhembus, namun bagi para timses kandidat, sudah bisa bekerja sejak dini untuk menyukseskan idolanya. (editorial)

Facebook Comments