Pilkada Serentak 2020

Gibran dan Bobby, Anak Muda Pembawa Perubahan Bangsa

Laporan ,

Jakarta - Pilkada serentak 2020 memunculkan dua nama yang paling banyak diperbincangkan yakni putra pertama Jokowi, Gibran dan menantunya Bobby Nasution.

Gibran semua partai di DPRD Surakarta kecuali PKS, dan berpeluang menghadapi kotak kosong di Pilkada Desember 2020 mendatang.

Sedangkan Bobby Nasution diprediksi akan head to head dengan Wali Kota petahana, yakni Akhyar Nasution.

Sebagai generasi muda, keduanya cukup aktif di kegiatan kepemudaan. Lantas saat mereka maju sebagai bakal calon kepala daerah, banyak yang mencemooh.

Mereka dianggap memanfaatkan aji mumpung, kekuatan orangtuanya yang menjabat sebagai Presiden. Namun publik lupa berapa banyak pejabat daerah di Indonesia yang merupakan warisan dari orang tuanya. Bahkan suami nya sebagai bupati, istri sebagai ketua DPRD.

Mereka bisa duduk lantaran di pilih oleh rakyat, bukan di lotere.

Warga Medan, tentu sudah sangat lama hidup dalam kesusahan. Dua Wali Kota sebelumnya ditangkap KPK, alhasil pembangunan di Medan menjadi terhambat. Wali Kota pengganti ngeri-ngeri sedap dalam mengambil kebijakan strategis, takut berurusan dengan KPK.

Pembangunan di Medan sangat lamban. Minimnya koneksi antara kepala daerah dengan pemerintah pusat menjadi alasan kuat.

Karena itu, Bobby diharap bisa memecah kebuntuan komunikasi agar APBN bisa lebih banyak mengalir ke Medan. Statusnya sebagai menantu Presiden sangat membantu dalam komunikasi dengan menteri dan dirjen.

Berikan waktu lima tahun, apakah Bobby mampu membawa arah perubahan, atau malah makin mundur. Jiwa muda yang menggelora dalam diri Bobby harus dimaksimalkan untuk perubahan Kota Medan. Jika gagal, jangan pilih lagi diperiode selanjutnya.

Lantas bagaimana dengan Gibran, sebagai calon kuat Wali Kota Surakarta, Gibran lebih mudah menata kota karena sudah memiliki pondasi yang dibangun ayahnya.

Sebagai anak muda, Gibran harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai Wali Kota.

Sudah seharusnya pemimpin-pemimpin di daerah dipimpin oleh generasi muda. Mereka lebih paham akan perubahan zaman dan teknologi. Biarkan para orang tua menjadi penasehat. Orang tua ini bisa saja menjadi tenaga ahli atau anggota DPRD.

Selamat berjuang Gibran dan Bobby, buktikan anak muda Indonesia mampu membawa perubahan. (Editorial)