IHSG Akhirnya Tumbang 0,35%

0
BISNIS/ARMIN ABDUL JABBAR Dua orang pialang mengamati pergerakan harga saham di Pojok Bursa STIMIK Likmi Jl Ir. Djuanda (Dago) Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/10). Indeks harga saham gabungan Kamis (20/10) ditutup melemah 1,7% atau 63,52 poin ke level 3.622 terseret bursa regional dan global yang mengalami koreksi.

JAKARTA-Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terhenti pada Selasa (21/11) sore. IHSG ditutup turun 21,42 poin atau 0,35% ke level 6.031,86. Indeks kehabisan tenaga meski dibuka diteritori positif tadi pagi.

Sejak kemarin, laju pasar saham juga sudah mulai melambat. IHSG ditutup hanya naik tipis 0,03% pada Senin.

Koreksi yang melanda delapan sektor membebani IHSG, hari ini. Terutama, sektor pertambangan, aneka industri dan industri dasar yang tumbang lebih dari 1%. Hanya, dua sektor, yaitu barang konsumsi dan infrastruktur yang masih naik, masing-masing 0,10% dan 0,41%.

RTI mencatat, 209 saham rontok, berbanding 119 saham yang naik. Sedangkan, 123 saham lainnya stagnan.

Saham PT Tifico Fiber Indonesia (TFCO) yang turun 18,18% menjadi Rp 675 terdepak ke posisi top losers alias saham berkinerja terburuk. Sebaliknya, posisi top gainers ditempati saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang melejit 34,33% ke level Rp 90.

Di jajaran indeks LQ45, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengisi puncak top losers setelah turun 3,58% ke Rp 10.775. Sementara, puncak top gainers dihuni saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 1,45% menjadi Rp 280.

Investor mentransaksikan sekitar 8,48 miliar saham sepanjang hari ini. Nilai perdagangan mencapai Rp 6,58 triliun. Pemodal asing masih melancarkan aksi jual, dengan mencatatkan penjualan bersih (net sell) di seluruh pasar senilai Rp 367,11 miliar.

Facebook Comments