Ini Dia Sosok Caleg Perempuan DPRK Banda Aceh yang Sangat Peduli dengan TPA/TPQ

0

Banda Aceh – Ikatan TPA Se-Kecamatan Banda Raya (ITsBar) bekerja sama dengan Balee Ummi Tati Meutia menyelenggarakan sebuah pelatihan untuk ustadz/ah se-kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru Kota Banda Aceh.

Pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang dikirim oleh masing-masing perwakilan TPA/TPQ di dua kecamatan tersebut.

Ketua Ikatan TPA Se-Kecamatan Banda Raya, Ustadz Rahmat Hidayatullah, S. Kom., dalam sambutan pembukanya mengajak kepada para peserta pelatihan untuk terus berkomitmen mendidik generasi qur’ani dengan cara yang tepat agar menjadi insan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.

Rahmat juga mengingatkan agar dalam mendidik anak, orang tua harus menghindari keputusasaan. ” Fokus pada materi dan pencapaian anak didik, namun selain memfokuskan diri pada didikan, kita juga harus selalu membenahi diri, harus sadar kapasitas ilmu yang kita miliki dan terus berupaya meningkatkannya, maka dengan adanya acara pelatihan seperti ini akan menjadi kesempatan emas bagi setiap kita sebagai pendidik untuk mengupgrade kemampuan dan kapasitas ilmu masing-masing,” kata Rahmat.

Pimpinan Balee Ummi Tati Mutia, Tati Meutia Asmara, S.KH, M.Si yang biasa disapa Ummi Tati memaparkan bahwa secara dhahiriah berada di negeri Aceh ini telah banyak memberikannya hidayah.

“Meski ibunda saya orang Banda Aceh tapi saya besar diluar, bermula saat pertama kali menginjakkan kaki untuk tinggal di Aceh tahun 95 dulu, saya tertarik memperdalam syariat hingga akhirnya memutuskan berhijab syar’i kala itu, saya tersentuh untuk bergerak berdakwah yang seyogya nya bukanlah untuk pribadi saya melainkan untuk kemaslahatan keluarga-keluarga dan masyarakat, saya percaya bahwa Banda Aceh ini tidak akan menjadi Gemilang, tidak akan menjadi negeri syariat jika dalam masing-masing rumah di keluarga di Banda Aceh ini sunyi akan bacaan Al-Qur’an, ini permasalahan yang sepele namun besar pengaruhnya,” kata Ummi Tati.

UmMi Tati membandingkan kegiatan keagamaan ini dengan kegiatan hiburan lainnya. “Lihatlah betapa banyak antusias para masyarakat dalam acara jalan santai, dalam acara gowes-gowes, dalam acara-acara hiburan lainnya, dan kemudian bandingkan dengan jumlah peminat dalam acara-acara keagamaan seperti ini, ditambah lagi minimnya suport dan peduli dari para pemangku kebijakan untuk mengadakan ladang acara yang intinya pengembangan kapasitas ilmu agama, khususnya para pendidik di TPA/TPQ, kita ini terabaikan, kita terkadang dipandang sepele karena mendidik anak-anak TK atau SD, padalah yang sedang kita rakit saat ini, yang sedang kita didik saat ini, yang sedang kita bina saat ini adalah penerus bangsa, yang mana pikirannya itu masih polos dan mampu mengikat ilmu ibarat ukiran pahat diatas batu” ujar Ummi Tati.

Dalam kegiatan bertema “Pelatihan Cara Mengenal Belajar Anak sesuai Genetik dengan Motode STiFIN” dipimpin langsung  oleh Pimpinan Motede STiFIN Aceh Ust. Rizki Fakhrullah. Sedangkan materi kedua bertemakan “Murahnya BBM (Bermain, Bercerita dan Menyanyi” yang diberikan oleh Ust. Husni Suardi.

Ummi Tati Meutia Asmara yang saat ini diberikan amanah oleh PKS sebagai Caleg DPRK Dapil IV Kota Banda Aceh, menegaskan keseriusan akan menjalankan peran sebagai legislator yang berpihak pada masyarakat dan pendidikan khususnya lembaga-lembaga pendidikan agama seperti TPA,TPQ, Dayah dll jika nantinya terpilih.

“Jika hajat saya ini berkenan Allah berikan dan wujudkan, ditambah dukungan dari masyarakat sekalian, insyaallah acara-acara pembinaan dan pengembangan sumberdaya ilmu pendidikan dan agama seperti ini akan terus kita lanjutkan, bahkan kita akan buatkan tingkatan-tingkatan level yang berkelas, agar apa yang didapatkan pada setiap pelatihan itu ada manfaatnya dan terwujud aplikasinya dalam kehidupan ini. Saya yakin saat Pendidikan berbasis syariat semarak maka sungguh akan terikut kepada terwujudnya keluarga yang bahagia dan islami. Inilah salah satu upaya membangun ketahanan keluarga untuk mendukung pembangunan kota Banda Aceh yang lebih baik. Keluarga menjadi pondasi daerah yang lebih baik, jika fungsi utama keluarga berjalan, maka dapat menciptakan generasi Aceh yang terbaik”, tegasnya.

Muhajirin, M.Ag., ketua panitia Pelatihan Ustadz-ah TPA/TPQ Se-Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru tahun 2018 menambahkan, bahwa adanya dukungan dari Ummi Tati dalam mensukseskan acara pelatihan kali ini sungguh mimpi yang tertunda dari setiap ustadz-ah, kami telah lama merencanakan adanya pelatihan seperti ini, namun baru kali ini terwujud.

“Belum ada anggota dewan yang menyahuti mimpi ini. Acara pelatihan kali ini sungguh berbeda kami rasakan, dimana ada begitu banyak doorprize yang diberikan dan juga cakupan materi yang memadai, sehingga para peserta pelatihan terlihat begitu menikmati jalannya acara hingga akhir. Pertemuan ini juga berhasil merumuskan rencana strategis untuk membentuk Forum Ikatan Ustadz/ah TPQ se-kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru,” pungkasnya.

 

Facebook Comments