Jubir COVID-19 Aceh Himbau Waspada pada Warga Berstatus OTG

Laporan ,

Banda Aceh - Pemerintah Aceh meminta masyarakat untuk meningkatkan waspada terhadap seseorang yang kembali dari daerah penularan COVID-19, mengingat di Tanah Rencong itu telah terkonfirmasi positif virus corona satu warga berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Juru bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Senin, mengatakan warga perlu mengawasi setiap orang yang baru pulang dari daerah penularan, dan wajib isolasi mandiri selama 14 hari, meski tidak memiliki gejala terinfeksi virus corona atau OTG.

"Sudah ada satu kasus OTG di Aceh yang tidak ada gejala infeksi virus corona, namun hasil uji swabnya dengan real time PCR, konfirmasi positif COVID-19,” katanya di Banda Aceh.

Dia menjelaskan, OTG merupakan seseorang yang tidak bergejala, namun memiliki risiko terular dari orang yang konfirmasi positif virus corona. Selain OTG dalam corona juga dikenal orang dalam pemantauan (ODP).

Kata dia, OTG memiliki kontak erat dengan penderita COVID-19, seperti berada dalam satu ruangan, tempat kerja, kelas, rumah, atau tempat perkumpulan ramai.

"Serta berkunjung atau berpergian bersama dalam radius satu meter, dengan menggunakan segala jenis angkutan," katanya.

Pemerintah, kata dia, juga telah melakukan upaya pencegahan penularan dengan mengeluarkan intruksi gubernur Aceh nomor 7 tahun 2020 pada 14 April 2020 tentang sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat dan aparatur sipil negara agar tidak mudik guna menghindari COVID-19.

“Beda dengan OTG, ODP memiliki gejala demam, atau gejala flu, atau infeksi ringan saluran pernafasan, yang merupakan gejala awal corona. Baik OTG maupun ODP sama-sama memiliki potensi menularkan virus corona," katanya.

Aceh melaporkan 18 kasus positif COVID-19, dengan rincian 15 telah sembuh, dua masih dirawat dan satu meninggal dunia. Jumlah kasus tersebut membuat Aceh berada pada urutan paling buncit di Indonesia setelah Provinsi Gorontalo.

"Aceh terpaut sebanyak enam kasus dari Provinsi Gorontalo yang mencatat sebanyak 24 kasus COVID-19 saat ini. Kondisi ini harus kita jaga agar kasus corona tidak melonjak lagi dengan cara memutuskan mata rantai penularannya di Aceh,” ujarnya. (Antara)