Kapal Rumah Adat Batak Telan Biaya Rp2 M Lebih

0

Samosir-Dinas Pariwisata Samosir membuat sebuah kapal berbentuk rumah adat batak, dan tidak lama lagi akan segera berlayar. Kapal ini nantinya husus melayani wisatawan,

Kapal dibangun bersumber dari APBD Kabupaten Tahun Anggaran 2017 dengan nilai kontrak Rp. 2.390.381.000 dengan lama pengerjaan 180 hari, terhitung sejak 5 Juni 2017 sesuai tanggal kontrak oleh CV Sumber Rejeki.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Ombang Siboro melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pilippi Simarmata kepada medanbisnisdaily.com, Rabu (22/11/2017), mengatakan, pengerjaan kapal hingga saat ini sudah berjalan 80%.

“Kapal dirancang dengan kapasitas penumpang 60 orang. Ini nantinya khusus untuk wisatawan. Rencana bersandar, belum bisa kita pastikan di mana, tapi ada kemungkinan di Pangururan,” terang Pilippi.

Dia menjelaskan, ukuran kapal yang pengerjaannya masih berjalan, panjang 21,5 meter, lebar 7,5 meter, tinggi 9 meter, dengan atap rumah Batak. Sementara ruang penumpang dengan bentuk rumah Batak, berukuran panjang 10 meter dan lebar 5 meter.

“Dalam kapal, akan ada ruang rapat dilengkapi slide, sound system. Tepat di atas ruang nahkoda ada Sigale-gale, tapi setengah badan. Selain itu, disamping nahkoda, ada rak sepatu. Nantinya, penumpang yang masuk, tidak boleh menggunakan sepatu atau sandal ke ruang penumpang,” tutur Pilippi.

Untuk rencana launching, sambung Pilippi, belum bisa dipastikan kapan tanggalnya, namun yang pasti di bulan Desember mendatang.

“Kita belum bisa pastikan kapal di launching tanggal berapa. Yang pasti bulan Desember. Kondisi sekarang, tinggal pembuatan atap, pengecatan. Mesin sudah terpasang dan tinggal uji coba,” jelas Pilippi Simarmata.

PantauanĀ  di lokasi pembuatan kapal di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, kapal sedang diturunkan ke danau secara manual dengan bantuan puluhan orang warta sekitar.

Facebook Comments