Mayoritas Warga Aceh Dukung Kehadiran Bioskop

0

Banda Aceh – Isu kehadiran bioskop di Banda Aceh semakin viral. Berdasarkan data dari Instagram Kabar Aceh, berita rencana Pemko Banda Aceh mempelajari aturan pendirian bioskop ke Arab Saudi menuai respon positif.

Dari 800an komentar warga, mayoritas mendukung kehadiran bioskop di Banda Aceh. Tercatat ada lebih dari 15 ribu warga yang like postingan Kabar Aceh tersebut.

Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi NasDem, Abdul Rafur mendukung wacana Pemko Banda Aceh mempelajari aturan pendirian bioskop kepada ulama-ulama besar di Arab Saudi.

Rafur juga heran dengan statemen Oryza Keumala yang menyarankan Pemko studi banding ke Malaysia.

“Dinda Oryza susah kali pahamnya, di Malaysia itu bioskop campur aduk laki dan perempuan, tidak bisa jadi rujukan, Malaysia penegakkan syariatnya malah jauh dibawah Banda Aceh. Lihat saja, negara Islam yang ada pusat judi terbesar di Asia adalah Malaysia di kawasan Genting,” kata tokoh muda Banda Aceh ini.

Sementara itu anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi PAN, Ismawardi mengatakan pernyataan Oryza yang menyarankan Pemko Banda Aceh studi banding ke Malaysia terkait bioskop dinilai blunder fatal bagi dirinya yang berencana maju ke DPRK Banda Aceh.

“Sebagian besar anak muda Banda Aceh yang merupakan basis suara Oryza, tentu kecewa karena Oryza dinilai tidak paham tentang suatu wacana. Seharusnya Oryza sebagai harapan anak muda kedepan, mampu berpikir rasional dan smart,” katanya.

Membandingkan Malaysia dengan Aceh, tidak sesuai karena di Malaysia semua hiburan ada, casino, bioskop, diskotik, prostitusi, lengkap semua ada di Malaysia.

“Seharusnya membandingkan sesuatu itu harus apple to apple, tidak cocok Malaysia dijadikan rujukan, mungkin lebih cocok Brunei yang penegakkan syariatnya cukup kuat. Tetapi bila kita bandingkan Arab Saudi dan Brunei pasti berbeda. Bioskop di Arab Saudi akan segera dibuka resmi, Pemko bukan mau lihat isi dalam bioskop tetapi silaturahni dengan MPU Arab Saudi mengenai aturan pendirian bioskop dan beberapa aturan mengenai pertunjukkan hiburan di tempat umum,” katanya.

Arab Saudi mulai terbuka, dimana perempuan sudah dibolehkan menyetir, selain itu konser jazz dan bioskop menjadi alternatif hiburan baru. Apalagi yang ada di Arab Saudi tidak hanya warga mereka, tetapi jutaan warga pendatang setiap tahunnya.

Terkait dengan kehadiran bioskop dan pertunjukkan musik, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan, pihaknya akan melibatkan MPU Banda Aceh untuk menerbitkan rekomendasi.

Mengenai wacana studi banding ke Arab Saudi, Wali Kota menjelaskan kunjungan ke Arab Saudi baru sekedar wacana dan akan dibahas dengan DPRK dan para ulama.

Pemko bersama DPRK dan tokoh agama berencana silaturahmi dengan MPU Arab Saudi terkait beberapa kegiatan industri ekonomi kreatif.

“Hal ini untuk mendapatkan masukan mengenai cara Arab Saudi mengelola industri ekonomi kreatif ditengah penegakkan hukum syariat yang sangat ketat,” katanya.

“Kenapa Arab Saudi, karena inilah negara Islam yang paling ketat penegakkan syariat. Selain itu kami berencana undang para ulama besar Arab Saudi untuk datang ke Banda Aceh berzikir bersama, dan bicara promosi wisata islami agar semakin banyak warga Arab Saudi yang ke Banda Aceh, yang selama ini lebih banyak ke Bali,” jelas Aminullah.

” Saya tidak mau main-main dengan penerapan syariat Islam karena salah satu visi kami adalah dalam bidang agama yg tujuannya penerapan syariat islam secara kaffah di Banda Aceh,” katanya.

Terkait kegiatan konser musik dan pertunjukkan hiburan, Pemko memegang teguh rekomendasi MPU.

“Intinya Jika MPU Banda Aceh keluarkan rekomendasi izin acara, pasti pemko akan proses lebih lanjut, namun jika MPU tidak berikan izin, maka dipastikan Pemko tidak akan memberikan rekomendasi izin keramaian,” ujar Aminullah.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Mini Darussalam, Tgk Umar Rafsanjani dalam program Wali Kota menjawab, mengatakan musik tidak dilarang, di masa Rasulullah SAW, ada sahabat yang bersyair dan tidak dilarang oleh Rasul, begitu juga dengan kehadiran bioskop selama tidak melalaikan dan sesuai aturan syariat tidak ada masalah.

“Yang dilarang adalah yang melalaikan, apapun itu jika melalaikan jadinya haram, begitu juga bioskop jika melalaikan jadi haram,” katanya.

Senada dengan Tgk Umar Rafsanjani, Tokoh Ulama muda Banda Aceh, Tgk Syukri Pango menjelaskan musik masih diperbolehkan selama syairnya tidak bertentangan dengan syariat.

Terkait izin konser malam hari, pemko Banda Aceh menjelaskan akan segera mengeluarkan aturan terbaru yang sedang dalam proses. (drs)

Facebook Comments