Pemerintah Aceh Besar Lemah Atasi Pelanggaran Syariat Islam

0

Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dinilai lemah dalam upaya penegakkan Syariat Islam. Berbagai pelanggaran syariat Islam sering terjadi di wilayah hukum Aceh Besar namun lamban di respon oleh Bupati ataupun Wakil Bupati.

Zainuddin, warga Aceh Besar menyayangkan lemahnya penegakkan syariat Islam oleh Mawardi Ali dan Tgk Husaini A Wahab.

“Kami kecewa dengan pemerintahan Mawardi – Tgk Husaini, lihatlah bagaimana maraknya aksi pelanggaran syariat di pantai-pantai Aceh Besar, namun tidak ada perhatian. Lalu kasus salon waria yang sering menerima tamu laki-laki hingga tengah malam dan akhirnya digrebek warga, dan puncaknya penggrebekan terhadap lokasi maksiat yang menjadi ladang prostitusi terselubung di Aceh Besar,” katanya.

Begitu juga dengan Hendri, warga Darul Imarah mengaku kaget pasca pengrebekan cafe maksiat. “Cafe itu sudah beroperasi 6 bulan, seandainya Bupati dan Wakil Bupati nya peduli syariat, kami yakin tidak akan ada cafe maksiat di Aceh Besar. Ganti pemimpin justru Aceh Besar semakin jauh dari nilai syariat,” katanya.

Lain lagi dengan Rahmi, warga Aceh Besar, dia meminta Bupati Aceh Besar menugaskan Satpol PP WH Aceh Besar untuk beroperasi siang dan malam serta membuka call center resmi.

“Aceh Besar harus belajar banyak dengan kota Banda Aceh, lihatlah bagaimana aktifnya Satpol PP WH Banda Aceh beroperasi 24 jam siang dan malam,  dan ada juga nomor pengaduan resmi. Sekarang di Banda Aceh hampir susah ruang gerak PSK dan pelaku maksiat, bisa jadi mereka bergeser ke Aceh Besar karena dirasa lebih aman,” katanya.

Berdasarkan penelurusan Harian Merdeka,  ternyata aksi mesum ini sudah berlangsung lama, namun karena tidak adanya kepedulian dari pemerintah Aceh Besar, sehingga pelaku leluasa beraksi.

Bahkan, sudah pernah ada laporan dari warga, namun tidak ada tindak lanjut, baru awal bulan Februari digrebek petugas. (lihat gambar)

Dari akun FB Peduli Hukum, kasus pelanggaran syariat di Jalan Garot, Aceh Besar sudah mencuat ke publik sejak November 2017 lalu, namun lamban ditangani.

Sementara itu,  Kasatpol PP WH Aceh Besar, Rahmadaniaty, SSos MM kepada Harian Merdeka mengatakan para pelanggar syariat yang tertangkap diamankan di kantor Satpol PP WH Provinsi.

“Kami kekurangan penyidik dan ruang sel untuk penahanan, sementara pelaku diamankan di Kantor Satpol PP WH Provinsi Aceh, empat orang sudah dikembalikan kepada keluarga.

Facebook Comments