Perekonomian Tebingtinggi Lumpuh Total ‘Dihantam’ Banjir

0

Tebingtinggi-Banjir ‘kiriman’ luapan Sungai Padang dan Sungai Bahilang merendam 4.833 rumah di Tebingtinggi. Perekonomian pun lumpuh total di kota lemang itu

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kepala BPBD Wahid Sitorus turun ke lapangan untuk memimpin evakuasi dan memberi bantuan secara langsung kepada korban banjir.

Ikut mendampingi wali kota, Kadis Sosial H.Syaiful Fachri, Direktur RSUD Kumpulan Pane dr H Nanang F Aulia Sp PT , Kadis PKP dan Kebersihan Hj Nurmiyah Harahap, Kasaspol PP M Guntur Harahap dan Koramil.

“Ini adalah banjir terparah setelah banjir 2001 dan dalam tahun ini Tebingtinggi sudah dua kali dilanda banjir dan ini yang terparah, ” cetus Umar

Umar didampingi Wahid Sitorus mengatakan, jumlah korban banjir 4.833 kepala keluarga yang mencakup 18 ribu jiwa tersebar di 5 kecamatan dan 22 kelurahan se-Tebingtinggi

Umar mengatakan adapun bantuan yang diberikan kepada korban banjir Tebingtinggi adalah 10 ribu nasi bungkus, 22 ton beras dan 500 kotak mie instan, ” Nasi bungkus, beras dan mie instan akan dibagikan per kelurahan dari posko BPBD,” jelas Umar

BPBD Tebingtinggi juga telah menyiapkan 9 tenda untuk para pengungsi. Di kesempatan itu Umar meminta camat dan lurah terutama yang daerahnya terendam banjir agar senantiasa waspada mengawasi warganya.

“Jika memerlukan bantuan segera laporkan dan kerjakan secepat mungkin, demikian juga petugas Kesehatan dari Dinkes dan RSUD Kumpulan Pane, pantau terus kesehatan warga yang mengungsi, ” tegas Umar

Sedangkan kepada warga masyarakat, Umar mengimbau agar tetap waspada terutama terhadap arus listrik. “Jangan hidupkan lampu rumah yang kosong, awasi anak-anak yang bermain, dan segera lakukan evakuasi para orang tua, jompo dan wanita,” jelas Umar.

Kepada aparat keamanan, wali kota meminta agar membantu mengawasi rumah-rumah yang sementara di tinggal warga, termasuk Kepling dan petugas Hansip di kelurahan harus ikut berjaga-jaga

Suriadi (56) warga Perumahan Taman Bengawan Indah (TBI) mengatakan genangan air baru diketahui sekitar pukul 04.30 Wib dengan ketinggian 30 Cm. “Tadi pagi pukul 04.30 Wib luapan sudah menggenangi perumahan TBI setinggi 30 Cm dan beberapa jam kemudian mencapai 60 Cm,” ujarnya.

Sedangkan Linda (37) Warga Jalan Lama Kelurahan Sripadang Tebingtinggi mengatakan naiknya air dari sungai Padang ke permukiman warga sekitar subuh dengan ketinggian sekitar 40 Cm. “Luapan air dengan ketinggian 40 Cm sudah memasuki ruangan rumah dan kelihatannya akan semakin meninggi karena belum ada tanda-tanda air surut,” ujar Linda.

Lalulintas Macet Total
Hujan lebat yang melanda Tebingtinggi sejak Jumat (1/12) pagi hingga Sabtu (2/12) dini hari yang mengakibatkan banjir merendam sejumlah ruas jalan dan membuat arus lalulintas macet total.

Pantuan tampak antrian kendaraan mengular mulai dari Jalan T Imam Bonjol, Kelurahan Tambanganhulu hingga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padanghilir. Kemudian di Jalan Prof H M Yamin menuju Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Marulakhilir, Kecamatan Rambutan.

Salah seorang pengendara sepedamotor yang menepi akibat lalulintas macet, Adison Purba (43) mengatakan, kemacetan lalulintas telah terjadi sejak pagi, dengan panjang antrean sekitar 7 Km. “Bayangkan saja, mulai pagi hingga sekarang kendaraan masih banyak yang mengantri, hal ini tentu merugikan pengguna jalan. Maka, kami memutuskan untuk menghentikan perjalanan kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, keadaan itu terjadi akibat sejumlah jalan utama di Kota Lemang terendam banjir. Sehingga, pengendara yang ingin melintas di Jalan Jenderal Sudirman dialihkan menuju Jalan Prof HM Yamin.

Sementara, personil Satlantas Polres Tebingtinggi Bripda UM Pasaribu yang juga berada di lokasi mengatakan, kemacetan telah terjadi di sejumlah ruas jalan akibat pengalihan kendaraan. Apalagi saat ini sedang masa libur panjang. “Akibat pengalihan itu, kemacetan lalulintas pun tak bisa dihindari, sehingga, beberapa petugas telah ditugaskan untuk mengatur lalu lintas di sejumlah titik rawan macet seperti di Simpang Beo Jalan KL Yos Sudarso dan Kampung Keling Jalan Prof HM Yamin,” terang Pasaribu.

Facebook Comments