Pesawat Militer Amerika yang Mendarat Darurat di Aceh Berasal Dari Pulau Misterius?

0
Foto: detik

Banda Aceh – Mendaratnya pesawat militer Amerika yang berasal dari pulau misterius Diego Garcia di Samudera Hindia membuat penasaran warga Aceh.

Diego Garcia saat 2014 lalu ramai diberitakan sebagai pulau misterius yang diduga menjadi tempat persembunyian pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang.

Pesawat militer Amerika Serikat mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh. Rute pesawat itu awalnya bertujuan ke Jepang.

“(Rutenya) dari Diego Garcia mau ke Kaneja Jepang,” kata Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya, Jumat (24/3/2017) malam.

Diego Garcia merupakan sebuah pulau yang terletak di Samudera Hindia. Jemi menambahkan, pesawat jenis boeing 707 mengalami kerusakan mesin di mesin nomor 4 sehingga mendarat darurat di Aceh.

“Pasukannya dengan crew jumlahnya 20 orang,” ujarnya.

Namun, dia mengaku belum mengetahui penerbangan pesawat militer AS dalam misi operasi atau agenda lainnya. “Untuk rencana kegiatannya kita tidak tahu,” tuturnya.

Pesawat militer AS yang dipiloti oleh Joshua Bosworth tersebut mendarat darurat di Bandara SIN karena satu mesinnya tiba-tiba terbakar, Jumat (24/3) siang. Mereka sempat meminta izin mendarat di rumput bandara namun akhirnya landing di runaway.

Sejumlah mobil kebakaran dikerahkan ke lokasi dan satu per satu kru dievakuasi dari dalam pesawat. Pendaratan darurat ini tidak mengganggu jadwal perjalanan lain karena saat kejadian, Bandara SIM tengah sepi penerbangan.

Sekilas Tentang Pulau Diego Garcia

Sebelumnya diberitakan Pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang diduga mendarat di Pangkalan Militer Amerika Serikat Diego Garcia di Samudera Hindia. Pesawat berpenumpang 227 orang ditambah 12 kru ini diduga sengaja disembunyikan AS untuk memperkeruh hubungan Malaysia dan China.

Pulau misterius Diego Garcia

Situs berita Utusan Malaysia mengutip Cabal Times menjelaskan analisa itu. Cabal Times adalah situs misteri dan berita konspirasi.

Diego Garcia adalah salah satu pangkalan militer AS yang paling rahasia. Luasnya cuma 44 km2. Letak pulau karang itu terpencil di tengah Samudera. Jaraknya jauh dari mana-mana. Dataran terdekat adalah Selatan India, sekitar 1.790 km.

Pertama kali ditemukan pelaut Portugis sekitar tahun 1512. Setelah Perang Napoleon tahun 1814, pulau ini jadi milik Inggris. Saat perang dunia ke II tahun 1942, Inggris memanfaatkan Diego Garcia jadi markas angkatan udara untuk misi-misi pengintaian dan memburu kapal selam dan kapal perang Jepang di Samudera Hindia.

Tahun 1966 Inggris sepakat mengizinkan Amerika Serikat mendirikan pangkalan militer di pulau Diego Garcia. Tempat ini strategis untuk operasi militer AS di sekitar Samudera Hindia saat era perang dingin.

Amerika menempatkan beberapa kapal perang, pembom strategis dan tempat suplai logistik di pulau ini. Markas ini dipercaya jadi tempat intelijen AS dengan segala perlengkapan canggihnya.

Beberapa operasi militer yang digelar dari Diego Garcia adalah perang Teluk tahun 1991, Perang Afghanistan tahun 2001 dan Perang Irak tahun 2003.

Daerah ini juga diyakini bebas dari penginderaan satelit maupun radar negara mana pun. Ini yang membuat Pesawat Malaysia Airlines seolah-olah hilang tanpa jejak.

Situs berita Utusan Malaysia mengutip Cabal Times menjelaskan analisa itu. Cabal Times adalah situs misteri dan berita konspirasi.

Indonesia disebut-sebut punya peran dalam menyembunyikan pesawat dengan nomor penerbangan MH370 ini. Radar Indonesia sudah menangkap pesawat terbang ke Pangkalan AS. Tapi Indonesia tak berani membeberkan hal ini karena punya kesepakatan dengan Amerika.

Beberapa bukti menguatkan dugaan pesawat disembunyikan di Pangkalan AS Diego Garcia. Antara lain sinyal ponsel penumpang yang masih hidup. Pesawat yang lenyap dari radar sama sekali dan tak bisa dilacak. Tentu tak semua negara punya kemampuan membutakan satelit dan radar seperti ini. Cuma negara-negara dengan teknologi militer seperti AS yang bisa melakukannya.

Pihak Malaysia membantah analisa ini. Mereka mengaku masih fokus mencari keberadaan MH370.

“Tidak, belum ada. Dan yang membuatnya sangat sulit bagi kita untuk memverifikasi apakah itu dibajak atau teroris (aksi terorisme). (Kami melihat ke dalam) segala kemungkinan. Kami tidak mengambil (apa-apa) untuk diberikan,” kata Menteri Perhubungan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein.

 

(red/detik/merdeka)

Facebook Comments