PSK Online Mengaku Sering Dibooking Keluar Aceh

0
Foto : Ilustrasi

Banda Aceh – Praktis prostitusi online di Aceh sudah berlangsung cukup lama. Menurut pengakuan seorang mucikari Andre, dirinya sudah menjalankan bisnis ini sejak 4 tahun terakhir.

Redaksi Harian Merdeka menelusuri lebih dalam bisnis syahwat ini. Ternyata ada ratusan wanita online yang beroperasi sendiri tanpa melibatkan mucikari.

Sebut saja namanya Veronica, wanita cantik, mulus dan putih ini mengaku sudah 3 tahun menjadi wanita online demi kebutuhan gaya hidup dan biaya kuliah.

Dulunya Veronica menggunakan aplikasi chatting We Chat dan Bee Talk untuk menerima orderan, tapi kini dia hanya melayani tamu yang sudah pernah dilayani, dengan alasan lebih safety.

Ditemui Harian Merdeka disalah satu cafe kawasan Batoh. Veronica mengaku berasal dari keluarga broken home.

“Ibu dan Ayah sudah lama pisah, ibu saya hanya tukang cuci di Aceh Utara, makanya untuk membiayai kuliah, kos, ya terpaksa terima order,” katanya.

Veronica mengaku sering dibooking pejabat dan pengusaha keluar Aceh. Jika Long Time biasanya dia mematok tarif 2 juta, namun jika diboking keluar kota bisa mencapai 5 sampai 10 juta.

“Biasanya ke Kuala Lumpur, Singapore, Jakarta, Bali, kalau ke Medan jarang banget, karena masih rawan ketemu orang-orang Aceh,” katanya.

Biaya booking itu, diluar ongkos pesawat dan shooping. “Biasanya Tubang (Sebutan untuk pelanggan) ajak kami ke luar kota pas cair proyek. Kadangkala saya berdua teman dan Tubangnya juga berdua, Tubang ini rata-rata umurnya diatas 40 tahun dan sudah memiliki istri, mungkin karena kurang pelayanan istri di rumah, ya jadinya cari kesenangan lain di luar, itu sih umumnya curhat si Tubang,” jelasnya.

Keberangkatan keluar Aceh juga diatur satu pesawat agar memudahkan saat tiba di lokasi tujuan. “Pas tiba di bandara tujuan, kami langsung naik taksi menuju hotel, biasanya eksekusi dulu di hotel, baru setelah itu lanjut shoping, nonton, makan, dan jalan-jalan. Nah pas malamnya sampai di hotel bisa eksekusi lagi sampai pagi,” katanya sambil tertawa.

Veronica mengaku sering diajak nikah siri oleh pelanggannya, namun dia menolak dengan alasan tidak ingin terikat. “Kalau nikah siri, paling sebulan 5 juta dikasih, kalau bebas gini, sebulan bisa dapat 20 juta lebih, dan tanpa ikatan,” katanya.

Kepada orangtuanya dikampung, Veronica mengaku kerja sebagai SPG rokok. Orangtuanya yang polos tidak curiga dengan gaya hidup Veronica yang cukup mewah dengan Iphone X terbaru.

Setelah terungkapnya kasus prostitusi online dalam beberapa tahun terakhir, Veronica mengaku tidak khawatir akan kehilangan job. ” Yang ditangkap itu masih amatiran, kalau kami sudah professional, dan kami pun pilih-pilih Tubang, yang pasti yang benar-benar tajir dan punya duit, ada cara kami tahu mana tamu yang asli dan mana tamu yang menyamar,” katanya.

Veronica mengaku banyak mendapat permintaan dari gadis-gadis Aceh untuk dicarikan tamu, namun dia menolak dengan alasan takut bermasalah di kemudian hari.

“Pernah sih, ada pelanggan yang minta dicariin anak SMA, nah pas gw kasih job, eh malah anak SMA ini bawa kabur Handphone Samsung S8 Plus milik tamu gw, habis gw kena damprat sama tamu, untung tamunya baik gak minta ganti rugi sama gw, anak pelajar itupun udah putus sekolah entah kemana,” katanya.

Veronica mengaku saat ini lebih fokus menerima job untuk luar Aceh, dengan alasan lebih aman dan uang yang didapatkan lebih banyak. “Kalau ke luar kota sekalian liburan gratis dan dapat uang saku. Dan bisa eksis di Instagram,” katanya.

Waktu menunjukkan pukul 23.15 malam, Veronica pun pamit. Pajero Sport hitam dengan plat masih baru tampak menanti Veronica. “Kalau mau nama-nama pejabat dan pengusaha yang sering boking Veronica atau temen, nanti deh kita cerita lagi, soalnya udah dijemput sama Tubang tuh, bye,” pungkasnya sambil bergegas. (red)

Facebook Comments