Real Madrid VS Real Betis di Pilgub Sumut 2018

0

Medan – Sangat menarik menyimak perebutan Sumut 1 antara Jokowi dan Prabowo. Prabowo yang lebih dahulu memutuskan Gerindra mengusung mantan Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Ijeck) membuat peta politik di Sumut berantakan.

Prabowo memainkan gaya politik ala Pilgub DKI dengan formasi attacking 3-4-3, yang membuat lawannya ketar-ketir.

Formasi Gerindra, PAN dan PKS sudah lebih dari cukup untuk mengusung Edy dan Ijeck, namun siapa sangka amunisi semakin bertambah ketika dua partai besar lainnya Golkar dan NasDem bertekuk lutut dihadapan koalisi Prabowo.

Golkar dan NasDem yang jauh-jauh hari sepakat mengusung incumbent Tengku Erry dan Ngogesa Sitepu hancur di tengah jalan. Berawal dari mundurnya Ngogesa dari bursa Cawagub Sumut membuat Tengku Erry ketar ketir. Hal ini dikarenakan NasDem tidak memiliki kursi yang cukup untuk mengusung dirinya.

Awalnya Tengku Erry berharap Surya Paloh mampu merayu Megawati agar PDIP mengusung Tengku Erry, namun rupanya diam-diam Megawati tahu bahwa elektabilitas incumbent ini sangat rendah, tak bisa diharapkan.

Lantas Megawati menugaskan Djarot Saiful Hidayat untuk bertarung di Sumut, Djarot pun siap dengan asumsi bahwa banyak fans Ahok-Djarot di Sumut. Djarot lupa, bahwa dirinya tidak sepopuler Ahok.

Mengusung Djarot, ibarat PDIP memaksakan diri maju di Pilgub Sumut. PDIP pun tidak bisa sendiri mengusung calon, tetap harus berkoalisi. Hanura adalah partai incaran PDIP dan beberapa partai kecil lain yang memiliki kursi DPRD Sumut, sementara Demokrat masih wait and see.

Memasang Djarot di pilgub Sumut ibarat Lionel Messi seorang diri yang dipinjamkan di tim sekelas Real Betis, Messi dianggap bisa mengalahkan Real Madrid di markas Santiago Bernabeu, padahal Messi tidak bisa bekerja sendiri tanpa tim yang kuat dan solid seperti Barcelona.

Sungguh sulit membayangkan Real Madrid kalah di Santiago Bernabeu dari tim papan bawah Liga Spanyol sekelas Real Betis, meskipun ada Messi disitu. Messi pun butuh waktu untuk membaur dan berlatih bersama Real Betis, tidak bisa instan hanya 6 bulan menuju Pilgub Sumut Juni 2018.

Bergabungnya Golkar dan NasDem otomatis membuat Pilgub Sumut hampir dipastikan dimenangkan Edy-Ijeck, sudah pasti Gubernur aktif Sumut, Tengku Erry akan mengalihkan dukungan para timsesnya ke Edy, begitu juga kader Golkar, suka atau tidak suka terpaksa mendukung Edy.

Meskipun partai sudah memutuskan mendukung salah satu calon, tetap ada satu atau dua kader yang membelot dari keputusan partai, ini hal biasa dalam politik.

Apakah Djarot nantinya akan bergabung bersama JR Saragih, ini juga menarik untuk disimak, JR Saragih yang selama ini sudah cukup banyak menghabiskan uang untuk promosi awal sebagai cagub Sumut kemungkinan bersedia menjadi wakil Djarot.

Jika ini terjadi, maka suara kaum Nasrani akan semakin mengerucut ke arah Djarot – JR Saragih. Hal ini dikarenakan karena faktor JR Saragih yang merupakan representatif perwakilan suara Nasrani.

Pilgub Sumut akan tersaji laga head to head Prabowo vs Jokowi. Dan laga ini menjadi tidak berimbang ketika dua partai pengusung Jokowi, Golkar dan NasDem malah mengusung jagoan Prabowo.

Dengan adanya Djarot, pilgub Sumut tidak lagi menampilkan laga El Classico tetapi hanya memunculkan perseteruan Real Madrid versus Real Betis.

Real Madrid tidak boleh menganggap sepele semangat kuda hitam Real Betis. Apalagi ada sosok Messi di barisan depan striker Betis.

Messi sangat berbahaya dalam bola mati, tendangan bebas di depan kotak penalti adalah salah satu andalannya, jika Madrid kebobolan lebih awal, maka Real Betis akan mati-matian memasang pagar betis untuk menjaga keunggulan tipis ini.

Semangat anak-anak Real Betis untuk mengalahkan Madrid sangat tinggi, hal ini harus diwaspadai oleh Prabowo, Prabowo ibarat Zidane sebagai pelatih Real Madrid.

Zidane tidak boleh menganggap sepele Real Betis, apalagi sampai menurunkan pemain lapis kedua. Ini adalah laga final Piala Super Spanyol, bagaimana pun Real Betis ingin merasakan trophi juara setelah kandas di Jakarta.

Menarik menunggu detik-detik akhir pendaftaran Pilgub Sumut, apakah akan tercipta bursa transfer yang mengejutkan dari SBY atau hanya ada laga Prabowo vs Jokowi, atau Prabowo vs Jokowi-SBY.

Sangat menarik untuk kita saksikan. (red)

Facebook Comments