Pariwisata

Saatnya Berlibur Antar Kabupaten/Kota di Aceh

Banda Aceh - Sebagian besar wilayah di Aceh masuk dalam daerah hijau Covid-19. Hal ini bisa dimanfaatkan warga untuk berlibur antar kabupaten kota selama masa new normal.

Jika selama ini warga Aceh ramai yang berlibur ke Malaysia, Medan atau Jawa Bali, saatnya kita berdayakan pariwisata lokal yang tak kalah indahnya.

Lihatlah bagaimana indahnya kawasan danau Laut Tawar di Takengon, sejuknya hawa pegunungan di dataran tinggi gayo, yang mirip di Swiss.

Atau bersnorkling di Sabang sambil menikmati Sate Gurita yang khas. Mengunjungi keindahan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh sambil mencoba aneka kuliner maknyus saat malam hari.

Seluruh kabupaten dan kota di Aceh memiliki potensi alam yang berbeda-beda. Misalnya ada Hutan Mangrove di Langsa, mengarungi arung jeram di sungai Alas. Berwisata ekosistem di kawasan Leuser. Menikmati mie kepiting di Gunung Geurute, atau bisa mencicipi segelas kopi di pantai Lampuuk dan Lhoknga sambil menatap sunset yang indah.

Pemerintah Kota Sabang, sudah mengizinkan warga Aceh masuk ke daerah mereka cukup dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan, sedangkan warga luar Aceh, wajib menunjukkan surat bebas Covid-19 berdasarkan hasil test Swap PCR.

Langkah ini bisa diikuti oleh daerah lainnya di Aceh agar sektor wisata di Aceh kembali bangkit setelah terpuruk beberapa bulan.

Mari, berwisata didalam provinsi namun tetap mematuhi protokol kesehatan. Alhasil UMKM dan sektor jasa pariwisata akan tetap hidup, uangnya tidak mengalir keluar seperti masa sebelum pandemi.