Salah Data di Pilgub DKI, Hasil Survei LSI Tak Lagi Akurat?

0

Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA tidak lagi bisa dipercaya lantaran banyak hasil yang selama ini meleset dari prediksi dan survei mereka.

Lihat saja bagaimana pada saat survei Pilkada DKI dulu LSI menempatkan pasangan Anies Sandi di posisi ketiga yang tidak lolos ke putaran kedua. LSI menempatkan Agus – Silvi diposisi pertama dan Ahok Djarot di posisi kedua.

Faktanya malah Agus – Silvy yang gagal lolos ke putaran kedua. Dan akhirnya malah Anies – Sandi yang memenangkan Pilgub DKI tahun 2017 lalu.

Kali ini LSI mencoba peruntungan dengan memenangkan kubu Jokowi Ma’ruf Amin dalam survei yang mereka gelar setiap bulannya.

Namun sayangnya, masyarakat Indonesia semakin pintar dan bisa menilai mana lembaga survei yang benar-benar jujur dan mana yang bisa dipesan sesuai permintaan pemesan.

Kesalahan fatal LSI di Pilkada DKI membuat publik semakin tidak percaya dengan lembaga survei milik Denny JA tersebut.

Sebelumnya Tempo memberitakan, Lingkaran Survei Indonesia bentukan Denny JA kembali merilis survei terkait pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dalam survei yang digelar pada 5-11 Januari 2017 itu, pasangan calon nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno ada di posisi paling buncit dengan angka 21,4 persen.

“Jika pilkada hari ini, data menunjukkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tersingkir di putaran pertama,” kata peneliti LSI, Ardian Sopa, saat dikonfirmasi, Selasa 17 Januari 2017. Menurut dia, sejak pertengahan November 2016, enam kali survei oleh enam lembaga menunjukkan hasil yang konsisten bahwa Anies selalu di nomor buncit.

Ardian menjelaskan, Anies bukan hanya tetap nomor buncit, tetapi selisih dukungannya dibandingkan  pasangan calon lainnya makin jauh. Ia memperhitungkan selisih Anies sudah berada dalam posisi double digit mencapai 10 persen.

Anies-Sandi berada di angka 21,4 persen, jauh di bawah pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebesar 32,6 persen dan pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni sebesar 36,7 persen. Selain ketertinggalan Anies-Sandi, survey ini menunjukkan pasangan Agus-Sylvi unggul dibandingan pasangan Basuki-Djarot.

Sementara itu, kata Ardian, di antara angka-angka itu ada yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,3 persen. “Seandainya pun seluruh suara yang belum menentukan pilihan diambil Anies, ia masih tak bisa mengejar ketertinggalannya dari Ahok dan Agus,” ujarnya.

Survei LSI ini diambil berdasarkan tatap muka dengan 880 responden dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini berada pada angka 3,4 persen. “Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset,” kata Ardian.
(red/tempo)

Facebook Comments