Wali Kota Minta Manajemen Bank Aceh Fokus Penyaluran Pembiayaan UMKM

Laporan ,

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman SE Ak MM meminta pihak manajemen PT Bank Aceh Syariah (BAS) fokus terhadap penyaluran pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal tersebut diungkapkan Aminullah pada acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh, Selasa 16 Juni 2020, via video konferensi bersama para pemegang saham di Pendopo wali kota.

Dalam kesempatannya, Aminullah memaparkan soal pemodalan. Sekilas, mantan dirut Bank Aceh dua periode ini (2000 s/d 2010) menjelaskan kalkulasi sektor modal antara BAS dengan pemegang saham.

“Saya berharap manajemen Bank Aceh ini peras kepala untuk memikirkan bagaimana caranya agar semua modal ini disetorkan, supaya Bank ini tidak menjadi BPR pada 2024 nanti,” ujarnya.

Menutupi kekurangan modal yang ada, Aminullah pun menyarankan berbagai solusi kepada pihak manajemen BAS.

“Salah-satunya bisa dengan go publik, atau cara-cara lain, sehingga modal yang masih kurang ini akan bisa terlunasi di tahun 2024,” ungkapnya.

Kemudian, Aminullah juga menyampaikan apresiasi pada BAS atas kinerjanya visi pembiayaan, dimana telah terjadi kenaikan 14 T menjadi 15,9 T (10 persen).

“Sudah seharusnya kita bantu Pak Gubernur untuk berantas kemiskinan di Aceh ini. Dengan cara memperjelas berapa yang akan digunakan dari anggaran yang ada ini untuk membiayai dunia usaha,” katanya.

Dalam hal ini, menurutnya harus ada kejelasan (penetapan modal) bagi dunia UMKM, “sehingga kita sudah bisa memastikan berapa porsi untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, jadi bisa otomatis membantu program pak gubernur dalam pengentasan kemiskinan terbantu dari Bank Aceh ini.”

Banda Aceh sendiri sebagian besar pelaku usahanya bergerak di bidang dagang dan jasa. Dalam tahun 2019, tercatat 12.012 UMKM dan 507 koperasi ada di Banda Aceh.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, Aminullah pun terus berusaha meningkatkan ekonomi masyarakat di Banda Aceh, yakni dengan memanfaatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) untuk membuat masker kain homemade ini.

“BAS dan perbankan lainnya punya peran penting dalam menumpaskan kemiskinan di Aceh. Meningkatkan perhatikan bagi kalangan pelaku usaha kecil dengan memberikan kemudahan pembiayaan juga merupakan solusi yang tepat,” kata Aminullah.

Selaku salah-satu pemegang saham BAS, Aminullah juga menyatakan menerima pertanggung-jawaban direksi Bank Aceh tahun buku 2019, dan mensahkan program kerja tahun 2020 dengan pertimbangan hasil pengawasan OJK bahwa Bank tersebut sehat, dan hasil audit atas laporan keuangan tahun 2019 oleh akuntan publik dinyatakan wajar tanpa pengecualian, serta mendapat penilaian baik dari lembaga independen lainnya.

Terakhir, Aminullah juga menyarankan agar ada peningkatan kesejahteraan pegawai, dan jasa produksi. Hal itu pun disetujui oleh pihak manajemen BAS serta para pemegang saham lainnya.