Wali Kota: Saya Tidak Ingin Pencitraan dari Isu Syariat

0
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman saat menerima telepon dari masyarakat di balaikota. Foto : harian Merdeka/Dian Rahmat Syahputra

Banda Aceh – Penegakkan Syariat Islam di kota Banda Aceh menjadi fokus utama pemerintahan Amin – Zainal. Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman ingin menjadikan Banda Aceh sebagai kota wisata zikir.

Menjadikan Banda Aceh sebagai tujuan utama wisata islami di Indonesia butuh dukungan dari seluruh aspek masyarakat. Untuk pertama kalinya di Indonesia, pendopo Wali Kota dijadikan sebagai lokasi zikir rutin, dan ini hanya ada di Banda Aceh.

Namun, ada beberapa oknum politisi yang selalu mengkritisi penegakkan syariat di era pemerintahan baru ini. Politisi ini lupa, bahwa syariat Islam di Banda Aceh semakin baik dari tahun ke tahun,

Data dari Satpol PP WH Banda Aceh, tahun 2017 terjadi penurunan pelanggaran syariat Islam dibandingkan tahun 2016. Penurunan mencapai 40 persen hal ini berkat kesadaran warga kota.

Fakta juga menyebutkan 77 persen pelaku pelanggaran syariat Islam yang ditangkap di Banda Aceh merupakan warga pendatang yang tidak memiliki KTP Banda Aceh.

Dalam setiap operasi penegakkan syariat islam atau qanun, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyerahkan sepenuhnya kepada dinas terkait untuk turun ke lapangan. “Saya tidak ingin pencitraan dari isu syariat Islam, kalau saya mau bisa saja saat saya perintahkan razia gabungan Senin malam lalu, saya ikut serta dalam aksi razia, saya tidak butuh pencitraan dari isu syariat. Kami berkomitmen menciptakan Banda Aceh Gemilang dalam bingkai syariah,” kata Amin.

Pembangunan tempat zikir terbesar di Aceh menjadi komitmen pemerintahan Amin – Zainal untuk menyemarakkan semangat zikir di Banda Aceh. “Warga luar ingin datang ke Banda Aceh karena wisata islami dan situs sejarah tsunami, kami ingin jadikan potensi wisata islami sebagai magnet penarik wisatawan domestik dan mancanegara,” kata mantan Dirut BPD Aceh ini.

 

Facebook Comments