Wali Kota Serahkan Bantuan Smartphone Kepada Warga Penyandang Disabilitas

Banda Aceh- Kepedulian Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman terhadap warga kurang mampu dan masyarakat penyandang disabilitas untuk memudahkan dalam mendapatkan informasi secara digital serta visi menjadikan Banda Aceh sebagai smart city “Kota Pintar Islami Inovatif dan Kompetitif” terus ditingkatkan dan berkelanjutan.

Hal itu mengemuka pada saat wali kota menyerahkan secara simbolis Bantuan komunikasi smartphone dan alat bantu kepada masyarakat disabilitas dan kurang mampu pada Program Digital Inclusion In Banda Aceh As Resilient City Inniative (RRU) kerjasama Pemko Banda Aceh dengan Unsyiah dan UNDP di Pendopo, Selasa (8/12/2020).

Kepala Kantor Urusan Internasional, Dr. Muzailin Affan M.Sc dalam laporannya menyampaikan bahwa Program bantuan smartphone ini di kerjasama antara Unsyiah, United Nations Development Programme (UNDP) dengan Pemko Banda Aceh.

“Bantuan alat komunikasi smartphone dan alat bantu dengar ini diserahkan kepada 50 masyarakat disabilitas dan kurang mampu serta alat bantu dengar sebanyak 10 unit kepada yang tuli yang tersebar di beberapa gampong yang ada di Kota Banda Aceh,” sebutnya.

Wali Kota Aminullah Usman dalam sambutannya juga memberikan Apresiasi kepada Universitas Syiah Kuala dan UNDP yang telah berkontribusi untuk mewujudkan Banda Aceh gemilang dan Banda Aceh smart city melalui program “Digital Inclusion in Banda Aceh as Resilient City”.

“Kota Banda Aceh saat ini telah mengimplementasikan beberapa layanan aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi secara digital. “Saat ini kita telah memiliki 105 website dan 93 layanan aplikasi yang sudah direalisasikan,” jelasnya.

Kata wali kota, Pemko Banda Aceh juga sudah menerapkan konsep kolaboratif government dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, maka dari itu lahirlah MPP (Mal Pelayanan Publik).

Wali Kota juga menyebutkan dengan adanya kegiatan penyerahan bantuan smartphone setidaknya dapat sedikit membantu masyarakat. Di era yang serba digital ini pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk mengurangi kontak fisik juga dikarenakan kondisi pandemi Covid-19, sebutnya.

“Pihaknya berharap bantuan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, dirinya berharap kepada penerima manfaat agar smartphone yang telah diberikan tersebut tidak diperjualbelikan melainkan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” harapnya