Wow! Kerabat Plt Gubernur Aceh yang Dilantik Ternyata Sosok Berprestasi

0

Banda Aceh – Proses pelantikan pejabat eselon III dan IV dilingkungan pemerintah Aceh dianggap sarat nepotisme, pasalnya ada sejumlah nama pejabat baru yang dilantik memiliki hubungan kekerabatan dengan Plt Gubernur Aceh.

Muncul pertanyaan mengapa Plt Gubernur Aceh melantik kerabat sendiri, hal ini adalah pertanyaan amatiran yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak suka dengan sosok Plt Gubernur Aceh sehingga mencari celah untuk menyerang Ketua Partai Demokrat Aceh ini. Maklum, ini tahun politik.

Apalagi setelah didalami lebih jauh. Kritikan itu muncul dari politisi-politisi dan pengamat pesanan politisi yang kebetulan berseberangan dengan Demokrat.

Sejak resmi mendukung Prabowo – Sandi, Demokrat semakin meningkat elektabilitas dan ini cukup mengkhawatirkan para pesaingnya, terutama di Aceh. Mereka beranggapan mengkritik Plt Gubernur dengan isu nepotisme bisa mengerus suara pemilih Demokrat di Aceh.

Rakyat Aceh sudah pintar dan tidak mudah terprovokasi dengan isu murahan seperti ini. Rakyat Aceh saat ini ingin pemerintahan bekerja lebih cepat usai setahun dilantik. Tentu, dibutuhkan reformasi ASN yang tepat sesuai bidang keahlian masing-masing.

Pengisian pejabat eselon tentu harus melalui mekanisme panjang. Pemerintah daerah melalui BPSDM berupaya mencari orang yang tepat mengisi posisi tersebut.

Apakah kita harus mengkebiri hak orang untuk menempati posisi yang layak dia tempati lantaran secara kebetulan dirinya kerabat dari Plt Gubernur Aceh.

Tidak banyak yang tahu tentang sosok, Dra Nurhayati yang telah dilantik sebagai Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Dinas Pendidikan Aceh, dirinya merupakan Pengawas Sekolah berprestasi tingkat nasional tahun 2013.

Kepala Biro Humas Provinsi Aceh, Rahmad Raden mengatakan pelantikan sudah sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh pejabat yang dilantik. Tanpa melihat siapa yang akan dilantik. Karena Plt Gubernur Aceh ingin seluruh dinas bekerja cepat dan tepat dalam pelayanan dan serapan anggaran.

Kepala Bidang GTK yang kebetulan mertua dari Plt Gubernur Aceh ternyata adalah ASN yang berprestasi.

Karir PNS-nya dimulai sebagai sebagai guru Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) tahun 1988-1998, dan dipercaya sebagai kepala sekolah tahun 1988-2009. Jabatan kepala SMK diserahterimakan kepada pejabat lainnya ketika ia mendapat kepercayaan baru sebagai pengawas sekolah pada tahun 1998-2018.

Selain latar belakang kesarjanaannya, lanjut Rahmad, Nurhayati pernah dikirim belajar (short scourt) ke Melbourne, Australia, saat guru SMK. Pada saat menjabat Kepala SMK ia dipercaya oleh Kemendiknas RI mengikuti pendidikan singkat (short course) ke Philipina.

Ketika menjadi Pengawas Sekolah pun, lagi-lagi Nurhayati dikirim ke National Institute of Education, Singapore.

“Bila bukan berprestasi mungkinkah Nurhayati diutuskan ke luar negeri berkali-kali?” tanya Rahmad.

Bahkan, tambah Rahmad, sebelum dilantik sebagai Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Aceh, Nurhayati telah dipercaya pada posisi tersebut sebagai Pelaksana Tugas (Plt), usai mengikuti short course tentang pendidikan karakter di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPI), Malaysia.

Nurhayati menjadi Plt Bidang GTK itu menggantikan Darmansyah yang diangkat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh.

Jadi tidak ada hal yang aneh dan istimewa dalam pergantian pejabat di dinas pendidikan Aceh ini. Pejabat baru adalah orang yang sudah makan asam garam dari jenjang guru.

Kita harus memberikan kesempatan kepada Plt Gubernur Aceh untuk menjalankan roda pemerintahan dengan kemampuan yang beliau miliki.

Sebagai dosen teknik, beliau sangat paham tentang arah pembangunan Aceh kedepan. (red)

Facebook Comments